Megapolitan . 21/05/2026, 15:49 WIB

Pembinaan Kemandirian di Lapas Narkotika Jakarta Bangun Harapan Baru Warga Binaan

Penulis : Mihardi  |  Editor : Mihardi

fin.co.id - Di balik tembok Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Jakarta, para warga binaan menjalani aktivitas sehari-hari dengan mempelajari keterampilan baru yang sebelumnya tidak pernah mereka bayangkan. Sebagian kini terbiasa merawat ayam petelur sejak pagi, sementara lainnya tekun mengoperasikan mesin jahit untuk membuat pakaian dan seragam.

Melalui program pembinaan kemandirian, warga binaan tidak hanya dibekali kemampuan kerja, tetapi juga didorong untuk membangun kembali rasa percaya diri serta harapan menjalani kehidupan yang lebih baik setelah bebas nanti.

Kepala Lapas Narkotika Jakarta Syarpani mengatakan pembinaan kemandirian merupakan bagian dari implementasi Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2022 tentang Pemasyarakatan.

“Lapas adalah tempat pembinaan. Salah satunya pembinaan kemandirian, bagaimana setelah mereka bebas nanti ada yang menampung dengan kita bermitra, sehingga diharapkan Warga Binaan itu berdaya setelah bebas,” ujar Syarpani.

Pembinaan Kemandirian di Lapas Narkotika Jakarta Bangun Harapan Baru Warga Binaan

Program peternakan ayam petelur di Lapas Narkotika Jakarta dijalankan melalui kerja sama dengan PT Pancanaka Nusantara Jaya. Kegiatan tersebut tidak hanya mengajarkan pengelolaan peternakan, tetapi juga menanamkan nilai disiplin, tanggung jawab, dan kerja sama.

Salah satu warga binaan berinisial MT mengaku memperoleh banyak pengalaman berharga selama mengikuti program pembinaan tersebut.

“Di balik ini semua saya dapat pembelajaran yang sangat membuat saya bangga. Kami diajarkan untuk bertanggung jawab, jujur, loyalitas, dan bekerja sama dengan baik,” ungkap MT di sela kegiatannya merawat ayam petelur, Kamis, 21 Mei 2026.

Ia mengaku sempat merasa enggan mengikuti kegiatan itu pada awalnya. Namun, seiring berjalannya waktu, ia mulai menikmati pekerjaan tersebut dan memiliki keinginan untuk menekuni usaha peternakan setelah bebas nanti.

“Kalau ada rezekinya, insyaAllah ingin beternak seperti ini,” katanya.

Selain peternakan, Lapas Narkotika Jakarta juga mengembangkan pembinaan di bidang garmen melalui kolaborasi dengan Yayasan Qudwah Al Barosiyah dan PT Sentosa Garmindo Pratama. Dalam program tersebut, warga binaan mendapatkan pelatihan menjahit serta produksi pakaian dengan dukungan bahan dan pendampingan dari pihak mitra.

MF, salah seorang peserta pembinaan garmen, mengaku tertarik mengikuti program itu karena ingin mempelajari keterampilan baru yang bermanfaat untuk masa depan.

“Mungkin yang dulunya saya dikenal sebagai penjahat, sekarang jadi penjahit,” ujarnya.

Menurut MF, proses belajar menjahit bukan hal mudah karena harus dimulai dari dasar. Namun, pengalaman tersebut justru menjadi pelajaran penting selama menjalani masa pembinaan di dalam lapas.

Saat ini, program garmen di Lapas Narkotika Jakarta telah menerima berbagai pesanan pakaian dan seragam, termasuk dari sejumlah lapas dan rumah tahanan di berbagai daerah serta perusahaan swasta.

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com