Pendidikan . 22/05/2026, 16:58 WIB

Wisuda UGM 2026 Luluskan 1.762 Sarjana, Rektor Dorong Alumni Jadi Entrepreneur

Penulis : Esnoe Faqih Wardhana  |  Editor : Esnoe Faqih Wardhana

fin.co.id - Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali menggelar prosesi Wisuda Program Sarjana dan Sarjana Terapan Periode III Tahun 2026 di Grha Sabha Pramana pada Kamis, 21 Mei 2026.

Salah satu kampus terbaik di Indonesia itu meluluskan sebanyak 1.762 mahasiswa yang terdiri atas 1.644 lulusan program sarjana dan 118 lulusan program sarjana terapan, termasuk 5 mahasiswa asing di dalamnya.

Para wisudawan yang hadir pada hari kedua ini berasal dari berbagai rumpun keilmuan, yaitu:

  • Fakultas Filsafat
  • Fakultas Geografi
  • Fakultas Ilmu Budaya (FIB)
  • Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisipol)
  • Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK)
  • Fakultas Kedokteran Gigi (FKG)
  • Fakultas Pertanian (Faperta)
  • Sekolah Vokasi

Secara keseluruhan, wisuda periode ini mencatatkan tren positif pada efisiensi waktu studi program sarjana yang rata-rata lulusan selesaikan dalam kurun waktu 3 tahun 11 bulan. Kualitas akademik para lulusan baru ini juga tergolong sangat tinggi dengan raihan IPK rata-rata mencapai 3,6.

Rektor UGM Ajak Alumni Baru Perkuat Jejaring Kagama

Rektor UGM, Prof. dr. Ova Emilia, M.Med.Ed., Sp.OG(K)., Ph.D, dalam pidato sambutannya menyampaikan ucapan selamat kepada para wisudawan yang telah menyelesaikan studi program sarjana dan sarjana terapan. Dalam kesempatan itu, Rektor mengajak para lulusan baru untuk membangun jejaring kolaborasi melalui Keluarga Gadjah Mada (Kagama) dan ikut berkontribusi dalam kegiatan Tri Dharma bersama almamater.

Menurutnya, menjadi lulusan UGM tidak sekadar mengantongi ijazah dan sukses mendapatkan pekerjaan, melainkan harus mampu menjadi pribadi yang berkarakter serta memberikan dampak nyata bagi kehidupan bermasyarakat.

“Melalui Kagama, saudara bisa membangun jejaring kolaborasi dan berkontribusi dalam kegiatan Tri Dharma bersama Almamater tercinta. Sebab menjadi lulusan UGM tidak sekadar mengantongi ijazah dan sukses mendapatkan tapi juga harus menjadi pribadi yang berkarakter serta berdampak bagi kehidupan masyarakat,” tegas Ova.

Ia menambahkan, bahwa perkembangan teknologi dan dinamika global saat ini menuntut adanya kolaborasi adaptif lintas sektoral. Oleh karena itu, UGM berkomitmen kuat untuk terus menggiatkan pengembangan keilmuan, kompetensi, keterampilan, dan penguatan karakter mahasiswa.

“Kapasitas tersebut menjadi bekal yang baik untuk memperluas peluang kerja. Jadi, bukan sebatas menjadi orang yang bekerja, tetapi menciptakan lapangan kerja, meningkatkan mindset dan karakter entrepreneur, serta memperluas jejaring kolaborasi dengan industri, termasuk mengembangkan industri kreatif untuk mendorong kemandirian bangsa,” ungkapnya.

PP Kagama Soroti Ketatnya Persaingan Dunia Kerja Global

Ketua Bidang Hukum Pengurus Pusat (PP) Kagama, Danang Girindrawardana, S.IP, MPA, mengemukakan hal mengenai ketatnya persaingan di dunia kerja di tengah situasi ekonomi global yang dinamis. Mengutip data nasional, Danang menyebut tingkat pengangguran terbuka lulusan S1 masih berada di angka 5,39 dengan tantangan terbesar ialah bagaimana lulusan dapat terserap secara optimal dalam satu tahun pertama kelulusan.

Oleh karena itu, ia menyarankan kepada para alumni agar memiliki penguasaan keahlian baru di luar mimbar akademik sebagai nilai jual tambahan yang kompetitif.

“Setiap tahun kita berkompetisi 1 banding 2,99 juta lulusan. Semua hal yang Anda pelajari di kampus ini perlu ditambah lagi dengan keahlian–keahlian baru, seperti kecakapan komunikasi, dan kecakapan relasi agar menjadi seorang pengusaha atau profesional,” paparnya.

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com