Internasional . 24/05/2026, 23:34 WIB
Penulis : Esnoe Faqih Wardhana | Editor : Esnoe Faqih Wardhana
Namun, rencana gencatan senjata yang meluas ini mendapat tentangan dari dalam negeri Israel sendiri. Politisi terkemuka Israel, Benny Gantz, menyuarakan kritik tajam terhadap draf yang sedang berkembang. Menurut Gantz, sangat salah secara strategi jika Israel harus menerima opsi gencatan senjata di Lebanon—wilayah yang saat ini sudah dimasuki oleh pasukan darat Israel untuk menggempur milisi Hizbullah yang disokong Iran—hanya demi mengakomodasi paket kesepakatan damai dengan Teheran.
Meski memicu perdebatan internal di kalangan politisi, proses komunikasi tingkat tinggi antara Washington dan Tel Aviv tetap berjalan sangat intensif. Sumber-sumber diplomatik menegaskan bahwa AS berkomitmen penuh untuk bersikap transparan dan tidak akan meninggalkan Israel di belakang dalam setiap poin negosiasi bersama perwakilan Iran.
Sekali lagi, sumber internal tersebut mengulangi ketegasan sikap sang Presiden AS di meja perundingan:
Melalui saluran Truth Social miliknya, Donald Trump secara ringkas mengekspresikan rasa puasnya terhadap jalur diplomasi yang sedang ia bangun bersama mitranya di Timur Tengah tersebut. Ia menulis bahwa sesi obrolan via telepon dengan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu telah berjalan dengan "sangat baik."
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media