Nasional . 26/05/2026, 20:28 WIB

Puncak Haji 2026: Jemaah Indonesia Mulai Bergerak ke Arafah, Diberangkatkan Bertahap

Penulis : Esnoe Faqih Wardhana  |  Editor : Esnoe Faqih Wardhana

fin.co.id   -Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) mengumumkan bahwa jemaah haji Indonesia mulai bergerak menuju Arafah secara bertahap pada Senin, 25 Mei 2026. Pergerakan penting yang bertepatan dengan tanggal 8 Dzulhijjah 1447 Hijriah ini menandai dimulainya rangkaian puncak ibadah haji di tanah suci.

Mobilisasi jemaah haji Indonesia ini berjalan secara teratur dan terencana demi memastikan keselamatan serta kelancaran prosesi suci tersebut.

“Alhamdulillah, memasuki hari ke-34 operasional penyelenggaraan ibadah haji, hari ini jemaah haji Indonesia mulai bergerak menuju Arafah secara bertahap untuk menjalani puncak ibadah haji. Ini adalah fase yang sangat penting dan membutuhkan kesiapan fisik, mental, serta kedisiplinan seluruh jemaah,” ujar Juru Bicara Kemenhaj Maria Ulfa Assegaf, di Jakarta, Senin, 25 Mei 2026.

Pihak Kemenhaj mengatur pergerakan jemaah dari hotel masing-masing menuju Arafah dalam tiga gelombang utama. Tahapan keberangkatan berlangsung pada pukul 07.00, 11.30, dan 16.30 waktu Arab Saudi. Manajemen waktu yang ketat ini bertujuan untuk memecah kepadatan arus lalu lintas menuju lokasi wukuf.

“Kami mengimbau seluruh jemaah agar mengikuti jadwal yang telah ditentukan, tidak bergerak sendiri, tidak mendahului rombongan, dan selalu mematuhi arahan petugas kloter, sektor, maupun pembimbing ibadah agar seluruh proses berjalan tertib dan aman,” lanjutnya.

Kepatuhan Ketat Terhadap Ketentuan Ihram

Manajemen operasional haji tidak hanya fokus pada mobilisasi massa, melainkan juga menekankan kepatuhan syariat. Kemenhaj mengingatkan seluruh jemaah untuk menjaga komitmen terhadap larangan dan aturan kain ihram sepanjang prosesi ritual suci berlangsung. Jemaah wajib memahami batasan-batasan fisik yang berlaku demi menjaga keabsahan ibadah mereka.

“Bagi jemaah laki-laki, kami ingatkan agar tidak memakai pakaian berjahit yang membentuk anggota badan, tidak menutup kepala dengan penutup yang melekat seperti peci atau sorban, serta tidak menggunakan alas kaki yang menutupi mata kaki dan tumit,” jelas Maria.

Aturan yang adil dan spesifik juga mengikat para jemaah wanita demi kesucian ibadah haji ini.

“Sedangkan bagi jemaah perempuan, selama dalam keadaan ihram tidak diperkenankan menutup wajah dengan cadar maupun menggunakan sarung tangan. Seluruh jemaah juga harus menjaga diri dari larangan ihram lainnya seperti memotong kuku, mencabut rambut, menggunakan wangi-wangian setelah niat ihram, serta menjaga lisan dan perilaku agar ibadah tetap khusyuk,” sambungnya.

Tips Menjaga Stamina Selama Fase Armuzna

Kondisi cuaca ekstrem dan padatnya agenda ritual di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) menuntut ketahanan fisik yang prima. Oleh sebab itu, Maria Ulfa Assegaf menggarisbawahi urgensi pengelolaan energi dan kesehatan bagi seluruh jemaah haji Indonesia yang sedang menunaikan ibadah.

“Kami meminta seluruh jemaah untuk menjaga kondisi tubuh dengan istirahat cukup, makan teratur, memperbanyak minum air putih, serta avoiding aktivitas yang tidak perlu agar energi tetap terjaga selama puncak ibadah haji,” ujarnya.

Perlindungan diri dari sengatan terik matahari langsung juga menjadi fokus imbauan Kemenhaj untuk mencegah dehidrasi berat atau kelelahan parah di luar ruangan.

“Gunakan payung, masker, dan alas kaki yang nyaman saat beraktivitas di luar ruangan untuk mengurangi risiko kelelahan akibat cuaca panas. Bagi jemaah yang memiliki riwayat penyakit tertentu, pastikan obat pribadi selalu dibawa dan mudah dijangkau,” tambah Maria.

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com