Pendidikan . 27/05/2026, 16:32 WIB

Resmi Dirilis! Hasil TKA 2026 Jadi Sorotan, Kemampuan Logika dan Problem Solving Siswa Dinilai Masih Lemah

Penulis : Derry Sutardi  |  Editor : Derry Sutardi

fin.co.id - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah resmi merilis hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2026 untuk jenjang SD/MI dan SMP/MTs pada Senin, 26 Mei 2026.

Dari hasil nasional yang diumumkan, kemampuan siswa pada mata pelajaran Matematika masih tertinggal dibandingkan Bahasa Indonesia.

Data dari Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah menunjukkan rerata nilai Bahasa Indonesia siswa SD/MI mencapai 60,14. Sementara itu, nilai Matematika hanya berada di angka 43,41.

Kondisi serupa juga terjadi pada jenjang SMP/MTs, di mana rata-rata nilai Bahasa Indonesia mencapai 60,83 sedangkan Matematika hanya 40,34.

Kepala BKPDM Toni Toharudin menilai hasil tersebut menjadi alarm penting bagi dunia pendidikan nasional. Menurutnya, kemampuan berpikir logis, bernalar, dan pemecahan masalah siswa masih perlu diperkuat dalam proses belajar sehari-hari.

“Ini menjadi perhatian bersama bahwa kemampuan berpikir logis, penalaran matematika, dan problem solving perlu terus diperkuat dalam proses pembelajaran sehari-hari,” ujar Toni.

Meski demikian, pelaksanaan TKA 2026 dinilai cukup sukses dari sisi partisipasi peserta. Kemendikdasmen mencatat tingkat keikutsertaan siswa pada jadwal utama mencapai 98,12 persen. Dari total 8.875.362 siswa yang terdaftar, sebanyak 8.708.891 siswa mengikuti asesmen sesuai jadwal.

Sementara pada jadwal susulan, sebanyak 463.533 siswa ikut TKA dari total 490.551 peserta terdaftar. Tingginya partisipasi ini disebut mencerminkan meningkatnya kesadaran sekolah, siswa, dan orang tua terhadap pentingnya asesmen pendidikan.

Toni menjelaskan, hasil TKA tidak hanya menjadi laporan angka semata. Data tersebut akan menjadi big data pendidikan nasional yang dapat dipetakan hingga tingkat provinsi, kabupaten/kota, bahkan sekolah.

Menurutnya, pemerintah akan memanfaatkan hasil pemetaan tersebut sebagai dasar penyusunan kebijakan pendidikan yang lebih tepat sasaran dan berbasis kebutuhan nyata di lapangan.

“Pemetaan mutu ini menjadi dasar penyusunan kebijakan pendidikan yang lebih presisi dan berbasis data,” jelas Toni.

Sementara itu, Kepala Pusat Asesmen Pendidikan Rahmawati mengatakan seluruh soal TKA telah melewati proses verifikasi dan validasi statistik sebelum hasil diumumkan. Sistem penilaian yang digunakan memakai rentang skor 0 hingga 100.

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com