Pendidikan . 27/05/2026, 16:32 WIB
Penulis : Derry Sutardi | Editor : Derry Sutardi
Menariknya, hasil TKA tahun ini juga disertai kategori capaian dan deskripsi kemampuan siswa. Pendekatan tersebut dilakukan agar TKA tidak hanya menjadi alat penilaian angka, tetapi juga sarana refleksi pembelajaran bagi guru dan orang tua.
“Kalau anak berada pada kategori memadai, maka orang tua dan guru bisa melihat kemampuan apa yang sudah dikuasai dan apa yang masih perlu diperkuat,” kata Rahmawati.
Kemendikdasmen menegaskan TKA bukan untuk memberi label kepada sekolah maupun siswa. Hasil asesmen justru diharapkan menjadi bahan evaluasi bersama guna meningkatkan kualitas pendidikan nasional.
Selain itu, hasil TKA juga akan digunakan sebagai salah satu komponen penilaian dalam Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) jalur prestasi. Nilai TKA nantinya akan dipadukan dengan nilai rapor dan capaian lainnya agar proses seleksi siswa menjadi lebih objektif dan transparan.
Kepala Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat Kemendikdasmen Yudhistira Nugraha menyebut integrasi hasil TKA dengan sistem penerimaan murid baru dilakukan melalui API dan web service.
“Pemanfaatan TKA dalam SPMB diharapkan membuat proses seleksi berlangsung lebih objektif, adil, transparan, dan mempertimbangkan kemampuan akademik peserta didik secara lebih komprehensif,” ujar Yudhistira.
Hasil TKA 2026 ini sekaligus menjadi gambaran bahwa kemampuan literasi siswa Indonesia masih lebih baik dibanding kemampuan numerasi. Pemerintah pun diharapkan dapat memperkuat metode pembelajaran Matematika agar siswa lebih terbiasa berpikir logis dan menyelesaikan persoalan secara sistematis sejak dini. (*)
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media