Nasional . 31/05/2026, 19:11 WIB
Penulis : Mihardi | Editor : Mihardi
fin.co.id - Rangkaian puncak ibadah haji 1447 Hijriah di Mina resmi berakhir setelah seluruh jemaah haji Indonesia yang memilih skema Nafar Tsani meninggalkan kawasan tersebut dan kembali ke hotel masing-masing di Makkah dengan aman dan tertib.
Menteri Haji dan Umrah, Moch Irfan Yusuf menyampaikan rasa syukur atas kelancaran seluruh proses puncak ibadah haji tahun ini. Ia menilai keberhasilan pelaksanaan fase Mina tidak lepas dari kerja sama antara petugas penyelenggara dan para jemaah yang mengikuti arahan selama menjalankan ibadah.
“Alhamdulillah, fase Mina telah berakhir dengan baik. Hari ini pukul 15.00 waktu Arab Saudi, seluruh jemaah haji Indonesia telah meninggalkan Mina dan kembali ke hotel masing-masing di Makkah. Mina clear dari jemaah haji Indonesia,” ujar Menhaj dalam keterangan pers, Minggu, 31 Mei 2026.
Irfan menjelaskan, jemaah yang mengambil pilihan Nafar Awal telah lebih dahulu kembali ke Makkah pada 12 Zulhijjah. Sementara itu, jemaah Nafar Tsani menyelesaikan seluruh rangkaian ibadah di Mina sebelum kembali ke hotel pada 13 Zulhijjah.
Meski fase Mina telah selesai, layanan bagi jemaah Indonesia masih terus berjalan. Sebagian jemaah diketahui telah melaksanakan tawaf ifadah pada periode 10 hingga 13 Zulhijjah, sedangkan sebagian lainnya masih dijadwalkan menyelesaikan rangkaian ibadah tersebut sebelum kembali ke Indonesia.
Karena itu, Menhaj meminta Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi untuk tetap memberikan pendampingan kepada jemaah yang belum melaksanakan tawaf ifadah, terutama dalam mengantisipasi kepadatan di area Masjidil Haram.
Pendampingan juga diperlukan agar jemaah lanjut usia dan kelompok berisiko tinggi tetap memperoleh perhatian serta layanan yang optimal selama menyelesaikan ibadah.
Dalam kesempatan tersebut, Irfan menyampaikan apresiasi kepada seluruh jemaah Indonesia yang dinilai tertib dan kooperatif selama mengikuti proses ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh petugas haji yang telah menjalankan tugas dengan penuh dedikasi.
“Saya sampaikan apresiasi kepada jemaah haji Indonesia atas ketertibannya dalam menjalani rangkaian ibadah haji. Terima kasih juga kepada seluruh petugas yang telah bekerja dengan penuh dedikasi. Semoga jemaah haji Indonesia menjadi haji yang mabrur,” kata Menhaj.
Selain itu, ia mengingatkan para jemaah agar tetap menjaga kondisi kesehatan menjelang kepulangan ke Tanah Air. Pemulangan jemaah haji Indonesia dijadwalkan berlangsung secara bertahap mulai 1 Juni hingga 30 Juni 2026.
“Jemaah kami imbau untuk tetap menjaga kesehatan, cukup beristirahat, dan mengikuti arahan petugas. Mulai 1 Juni, proses kepulangan jemaah ke Tanah Air akan berlangsung secara bertahap hingga 30 Juni,” lanjutnya.
Menurut Irfan, berakhirnya fase Mina bukan berarti tugas penyelenggaraan haji telah selesai. Kementerian Haji dan Umrah akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap seluruh tahapan pelaksanaan haji sebagai bahan perbaikan untuk penyelenggaraan tahun berikutnya.
Ia mengungkapkan bahwa pada 29 Mei 2026, pihaknya telah menerima informasi awal beserta garis waktu penyelenggaraan haji 2027 dari Pemerintah Arab Saudi. Informasi tersebut akan menjadi acuan dalam menyusun persiapan lebih dini untuk musim haji mendatang.
Kemenhaj bersama DPR RI, lanjutnya, berkomitmen memperkuat koordinasi dan sinergi guna meningkatkan kualitas layanan pada penyelenggaraan haji 2027.
Menurut Menhaj, pengalaman melakukan persiapan lebih awal pada musim haji 2026 terbukti memberikan dampak positif terhadap kelancaran operasional, kualitas pelayanan, serta kesiapan seluruh unsur penyelenggara.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media