Sementara itu, 24 Desember 2026 (15 Rajab 1448 H) ditetapkan sebagai tenggat terakhir transfer dana untuk kontrak paket komprehensif serta penyetoran dana ke dompet elektronik Nusuk Masar.
Memasuki tahun 2027, tahapan penyelenggaraan mulai berfokus pada administrasi individual jemaah.
Pada 23 Januari 2027 (15 Syakban 1448 H), menjadi batas akhir penyelesaian kontrak paket komprehensif melalui platform Nusuk Masar.
Lima hari kemudian, tepatnya 28 Januari 2027 (20 Syakban 1448 H), ditetapkan sebagai batas akhir pengunggahan data jemaah, pelaksanaan pelatihan wajib, dan penyelesaian sertifikat profesional. Pada tanggal tersebut juga dimulai proses penerbitan visa haji.
Adapun batas akhir penerbitan visa dan izin membawa obat-obatan melalui Nusuk Masar jatuh pada 9 Maret 2027 (1 Syawal 1448 H).
Kedatangan Jemaah Mulai April 2027
Tahapan penting berikutnya berlangsung pada 8 April 2027 (1 Zulkaidah 1448 H). Tanggal ini menjadi batas akhir pengajuan pembatalan visa sekaligus dimulainya proses kedatangan jemaah haji ke Arab Saudi.
Selanjutnya, pada 27 April 2027 (20 Zulkaidah 1448 H), dilakukan kunjungan inspeksi area kemah bersama perusahaan penyedia layanan di Arab Saudi guna memastikan kesiapan fasilitas menjelang puncak ibadah haji.
Dengan dirilisnya jadwal operasional Haji 2027, seluruh pihak terkait kini memiliki pedoman yang jelas untuk mempersiapkan seluruh kebutuhan penyelenggaraan. Mulai dari administrasi, akomodasi, transportasi, hingga layanan kesehatan jemaah.
Bagi calon jemaah, memahami jadwal ini sangat penting agar tidak terlambat melengkapi dokumen maupun memenuhi berbagai persyaratan yang ditetapkan.
Penyusunan jadwal yang dilakukan sejak 2026 menunjukkan upaya pemerintah dan otoritas haji dalam menghadirkan penyelenggaraan ibadah haji yang lebih tertata, modern, dan terintegrasi. Dengan persiapan yang matang, diharapkan pelaksanaan Haji 1448 Hijriah atau Haji 2027 dapat berjalan lancar dan memberikan kenyamanan bagi seluruh jemaah yang akan menunaikan rukun Islam kelima di Tanah Suci. (*)