Megapolitan . 01/06/2026, 16:08 WIB
Penulis : Mihardi | Editor : Mihardi
fin.co.id – Pemerintah Kota Jakarta Barat (Pemkot Jakbar) mulai menguji penggunaan cairan ramah lingkungan bernama Eco Lindi sebagai upaya mengurangi bau sampah di sejumlah tempat pembuangan sampah (TPS). Uji coba perdana dilakukan di dua lokasi TPS yang berada di wilayah Kecamatan Tambora pada Minggu, 1 Juni 2026.
Wali Kota Jakarta Barat, Iin Mutmainnah mengatakan, inovasi tersebut diharapkan mampu menjadi salah satu solusi dalam mengatasi persoalan aroma tidak sedap dari tumpukan sampah sekaligus mendukung pengelolaan sampah yang lebih baik.
"Eco Lindi ini menjadi salah satu solusi untuk menyelesaikan persoalan bau. Kita akan lihat dalam beberapa waktu, pastinya ini akan terjadi perubahan yang signifikan, khususnya mengenai masalah bau dan bagaimana kita bisa mengelola sampah dari sumber dengan lebih efektif," ujar Iin di Jakarta dilansir, Senin, 1 Juni 2026.
Eco Lindi merupakan cairan penetral bau yang dibuat dari campuran air lindi atau cairan limbah tempat pembuangan akhir (TPA), molase, asam sulfat, serta katalis organik. Formulasi tersebut dirancang untuk membantu mengurangi dampak negatif sampah terhadap lingkungan.
Pelaksanaan uji coba pertama dilakukan di depo sampah Kelurahan Duri Utara. Kegiatan tersebut mendapat pendampingan langsung dari tim Kabupaten Sidoarjo yang telah lebih dulu menerapkan teknologi serupa.
Menurut Iin, Tambora dipilih sebagai lokasi awal penerapan karena memiliki tingkat kepadatan penduduk yang tinggi serta keterbatasan lahan untuk fasilitas pengelolaan sampah. Selain itu, kawasan tersebut juga menghasilkan limbah khas yang berasal dari aktivitas industri konveksi.
"Tambora memiliki kepadatan penduduk tertinggi dan keterbatasan lahan untuk TPS. Selain itu, Tambora memiliki potensi sampah dari limbah industri konveksi. Jika tidak diolah dengan baik, ini akan menjadi persoalan," jelasnya.
Apabila hasil uji coba menunjukkan dampak positif, Pemkot Jakarta Barat berencana memperluas penerapan Eco Lindi ke tujuh kecamatan lainnya secara bertahap. Langkah tersebut akan dibarengi dengan sosialisasi dan koordinasi kepada berbagai pihak terkait agar pemanfaatan teknologi ini dapat berjalan optimal.
Sementara itu, pencipta Eco Lindi, Rania Naura Anindhita, menjelaskan bahwa inovasi tersebut mulai dikembangkannya sejak masih menempuh pendidikan di perguruan tinggi sekitar empat setengah tahun lalu. Saat ini, teknologi tersebut telah digunakan di lebih dari tujuh lokasi tempat pembuangan akhir di berbagai daerah di Indonesia.
"Bahan utamanya adalah air lindi. Tujuannya membuat air lindi yang ramah lingkungan dengan memicu proses katalisis agar sampah tidak bau, tidak menghasilkan gas metana, dan tidak mengundang lalat," papar Rania.
Ia menegaskan bahwa cairan tersebut telah melalui berbagai pengujian dan dinilai aman bagi lingkungan. Berdasarkan hasil percobaan yang dilakukan, penggunaan Eco Lindi tidak memberikan dampak negatif terhadap tanaman maupun ekosistem perairan.
"Untuk keamanannya saya cukup percaya diri karena sudah dipraktikkan. Bahkan saat dieksperimenkan pada tanaman dan kolam ikan, tanaman serta ikannya tidak mati," pungkasnya.
Melalui inovasi ini, Pemkot Jakarta Barat berharap persoalan bau sampah yang selama ini kerap dikeluhkan masyarakat dapat berkurang, sekaligus mendorong pengelolaan sampah yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media