Donald Trump Murka ke Benjamin Netanyahu: Anda Pasti Sudah di Penjara Kalau Bukan Karena Saya!

news.fin.co.id - 02/06/2026, 10:42 WIB

Donald Trump Murka ke Benjamin Netanyahu: Anda Pasti Sudah di Penjara Kalau Bukan Karena Saya!

Donald Trump

fin.co.id - Presiden Amerika Serikat Donald Trump dilaporkan meluapkan kemarahannya kepada kepala otorita Israel Benjamin Netanyahu dalam percakapan telepon yang berlangsung pada Senin 1 Juni. Informasi tersebut diungkap Axios dengan mengutip sejumlah sumber yang mengetahui isi pembicaraan kedua pemimpin tersebut.

Menurut salah satu sumber yang dikutip Axios, Trump menyampaikan kritik keras kepada Netanyahu, termasuk menyinggung persoalan hukum yang sedang dihadapi pemimpin Israel tersebut.

"Anda pasti sudah ada di penjara kalau bukan karena saya. Semua orang sekarang membenci Anda. Semua orang membenci Israel karena hal ini," kata Trump kepada Netanyahu, merujuk proses hukum pidana terhadap Netanyahu, sebut salah seorang sumber.

Laporan itu menyebut Trump memahami adanya peningkatan serangan yang dilakukan kelompok Hizbullah yang berbasis di Lebanon terhadap Israel dalam beberapa hari terakhir. Namun, Presiden AS tersebut disebut menilai respons militer Israel sebagai bentuk eskalasi yang tidak seimbang.

Advertisement

Ketegangan di kawasan terjadi di tengah upaya diplomatik yang sebelumnya telah dilakukan antara kedua pihak. Pada 16 April, pertemuan langsung pertama antara duta besar Lebanon dan Israel berlangsung di Washington.

Usai pertemuan tersebut, Trump mengumumkan bahwa Lebanon dan Israel telah mencapai kesepakatan gencatan senjata. Meski demikian, menurut laporan, serangan Israel ke sejumlah wilayah di Lebanon selatan masih terus berlangsung setelah kesepakatan diumumkan.

Israel juga disebut tetap mengendalikan tembakan di beberapa kawasan perbatasan. Kondisi itu kemudian memicu respons dari Hizbullah yang melanjutkan operasi militernya terhadap pasukan Israel.

Di sisi lain, perkembangan terbaru juga datang dari Iran. Pada Senin (1 Juni), Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf menyatakan Teheran akan menghentikan negosiasi dengan Amerika Serikat dan mengambil tindakan terhadap Israel apabila aksi permusuhan di Lebanon terus berlanjut.

Axios juga melaporkan bahwa sejumlah sumber menyebut Trump sempat menyebut Netanyahu "gila" dan menggunakan kata-kata umpatan saat menyampaikan kemarahannya dalam percakapan tersebut.

Laporan mengenai isi pembicaraan itu muncul di tengah meningkatnya ketegangan antara Israel dan Hizbullah, serta kekhawatiran bahwa konflik dapat meluas dan melibatkan lebih banyak negara di kawasan Timur Tengah. *

Afdal Namakule
Afdal Namakule
Penulis

Jurnalis profesional sejak 2016 dengan spesialisasi isu Politik, News, dan Lifestyle. Menjabat sebagai Redaktur di FIN.CO.ID sejak 2018, ia juga aktif mengulas perkembangan teknologi terkini. Berdedikasi menyajikan informasi akurat dan kredibel bagi pembaca