Gerobak dan Uang Hasil Jualan Ludes, Tangis Pedagang Nasi Goreng Pecah Usai Kebakaran Kemayoran

news.fin.co.id - 02/06/2026, 14:28 WIB

Gerobak dan Uang Hasil Jualan Ludes, Tangis Pedagang Nasi Goreng Pecah Usai Kebakaran Kemayoran

Kebakaran besar yang melanda permukiman padat penduduk di Kelurahan Kebon Kosong, Kemayoran, Jakarta Pusat, meninggalkan duka mendalam bagi ratusan warga. Foto: Cahyono

fin.co.id - Kebakaran besar yang melanda permukiman padat penduduk di Kelurahan Kebon Kosong, Kemayoran, Jakarta Pusat, meninggalkan duka mendalam bagi ratusan warga. Salah satu korban yang paling terpukul adalah Suyono (54), pedagang nasi goreng asal Solo, Jawa Tengah, yang kehilangan rumah sekaligus sumber penghidupannya.

Saat ditemui di lokasi kejadian, Suyono hanya bisa menatap puing-puing yang tersisa dari rumahnya. Wajahnya terlihat murung dan tak kuasa menyembunyikan kesedihan setelah seluruh harta bendanya hangus dilalap api.

Peristiwa itu terjadi pada Senin malam, 1 Juni 2026, sekitar pukul 21.00 WIB. Ketika kebakaran terjadi, Suyono sedang melayani pembeli di gerobak nasi goreng miliknya yang berada tidak jauh dari rumah.

"Saya lagi ngelayanin pembeli, baru mau selesai. Pas lihat, api sudah besar. Yang beli saja saya suruh pulang," kata Suyono.

Advertisement

Melihat kobaran api semakin membesar, ia bersama warga sempat mencoba melakukan pemadaman menggunakan alat pemadam api ringan (APAR). Namun upaya tersebut tidak berhasil karena api terus merambat dengan cepat ke rumah-rumah di sekitarnya.

Dalam situasi panik, warga berusaha menyelamatkan barang-barang berharga yang masih bisa dibawa. Namun bagi Suyono, keselamatan diri menjadi prioritas utama.

"Pokoknya gimana kita selamat aja waktu itu," ujarnya.

Keesokan harinya, setelah api berhasil dipadamkan, Suyono kembali ke lokasi untuk melihat kondisi rumahnya. Pemandangan yang ditemuinya membuat hatinya hancur. Rumah beserta seluruh isinya telah berubah menjadi abu.

Berbagai barang berharga miliknya, mulai dari kompor, kulkas, televisi, lemari, hingga gerobak nasi goreng yang selama ini menjadi sumber nafkah keluarga, tidak tersisa. Bahkan uang tunai Rp300 ribu hasil berjualan yang disimpan di dalam laci gerobak juga ikut terbakar.

Kini, Suyono mengaku hanya memiliki pakaian yang dikenakannya saat kebakaran terjadi.

"Ya Allah sampe uang hasil jualan habis, gerobak juga tidak ada lagi. Semua terbakar," katanya dengan nada suara bergetar.

Sementara itu, Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol Reynold E. P. Hutagalung, mengungkapkan bahwa kebakaran menghanguskan sekitar 250 bangunan semi permanen di kawasan Kemayoran Gempol, belakang Pasar Jiung, RT 002/RW 04, Kelurahan Kebon Kosong.

Menurut Reynold, peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 21.10 WIB. Pihak kepolisian bersama instansi terkait langsung bergerak cepat membantu para korban, termasuk berkoordinasi dengan Sat Brimob Polda Metro Jaya untuk mendirikan dapur lapangan.

Advertisement

“Sejak tadi malam kami sudah berkoordinasi dengan Sat Brimob Polda Metro Jaya dan akan disediakan dapur lapangan sejak dini hari. Pagi ini dapur lapangan sudah disiapkan untuk membantu kebutuhan warga terdampak kebakaran,” tutur Reynold.

Selain dapur lapangan, tenda-tenda pengungsian juga telah didirikan untuk menampung warga yang kehilangan tempat tinggal. Berdasarkan data sementara, sekitar 300 kepala keluarga atau sekitar 500 jiwa terdampak akibat musibah tersebut.

Mihardi
Mihardi
Penulis

Redaktur FIN.CO.ID