Hukum dan Kriminal . 03/06/2026, 20:40 WIB

Dari Keracunan Massal hingga Motor Listrik Rp1 Triliun, Ini Deretan Kontroversi Dadan Hindayana di BGN

Penulis : Derry Sutardi  |  Editor : Derry Sutardi

Dalam kesempatan itu, Dadan mengungkapkan bahwa dirinya memiliki kebiasaan mengonsumsi sekitar dua liter susu setiap hari. Ia kemudian mengaitkan kebiasaan tersebut dengan kondisi fisik kedua anaknya yang disebut memiliki tinggi badan lebih dari 180 sentimeter.

Pernyataan tersebut sontak menjadi perbincangan luas di media sosial. Banyak warganet menilai pernyataan itu kurang sensitif terhadap kondisi ekonomi sebagian masyarakat Indonesia yang masih menghadapi kesulitan dalam memenuhi kebutuhan pangan dasar sehari-hari.

Sebagian kritik juga muncul karena pernyataan tersebut dianggap dapat menimbulkan persepsi bahwa konsumsi susu dalam jumlah besar menjadi standar yang harus diikuti untuk mendapatkan manfaat gizi yang optimal.

Menanggapi polemik yang berkembang, Dadan kemudian memberikan klarifikasi. Ia menegaskan bahwa cerita mengenai kebiasaan minum susu tersebut merupakan pengalaman pribadi dan tidak berkaitan dengan kebijakan resmi Program Makan Bergizi Gratis.

Evaluasi Program Jadi Sorotan

3. Polemik Menu MBG Selama Ramadan

Program Makan Bergizi Gratis kembali menjadi perbincangan pada bulan Ramadan 2025. Saat mayoritas siswa menjalankan ibadah puasa, pemerintah memutuskan tetap melanjutkan program MBG dengan skema yang berbeda.

BGN saat itu mengubah mekanisme distribusi makanan dengan memperbolehkan paket makanan dibawa pulang untuk dikonsumsi saat berbuka puasa. Kebijakan tersebut awalnya mendapat apresiasi karena dianggap sebagai solusi agar manfaat program tetap dirasakan selama bulan suci.

Namun di lapangan, muncul sejumlah keluhan terkait isi paket makanan yang diterima siswa. Sebelumnya, pemerintah menyampaikan bahwa menu Ramadan akan berisi susu, telur rebus, kurma, buah-buahan, serta makanan tahan lama lainnya yang memenuhi kebutuhan gizi.

Kenyataannya, sebagian siswa justru menerima paket berisi sereal instan, roti, dan dua butir kurma. Perbedaan antara konsep yang disampaikan dan realisasi yang diterima penerima manfaat memicu kritik dari masyarakat serta pengamat kebijakan publik.

Polemik ini kemudian memunculkan pertanyaan mengenai standar pelaksanaan dan pengawasan kualitas program MBG selama bulan Ramadan.

4. Rentetan Kasus Keracunan Makanan

Kontroversi terbesar yang membayangi kepemimpinan Dadan Hindayana adalah munculnya sejumlah kasus dugaan keracunan makanan yang melibatkan penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis di berbagai daerah.

Sejak program dimulai pada Januari 2025, laporan keracunan makanan terus bermunculan. Dalam rapat kerja bersama DPR pada November 2025, Dadan mengungkapkan bahwa total penerima manfaat yang terdampak mencapai 11.640 orang.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 636 orang harus menjalani perawatan inap, sementara 11.004 lainnya mendapatkan perawatan jalan.

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com