LPI Apresiasi Prabowo Copot Pimpinan BGN, Dinilai Bukti Pemerintah Dengarkan Kritik Publik

news.fin.co.id - 03/06/2026, 18:37 WIB

LPI Apresiasi Prabowo Copot Pimpinan BGN, Dinilai Bukti Pemerintah Dengarkan Kritik Publik

Badan Gizi Nasional (BGN) pada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) tegaskan distribusi makan bergizi gratis tetap berjalan pasca ditemukannya makanan diduga basi di SDN 03 Rawa Buntu. (rfh)

fin.co.id – Keputusan Presiden Prabowo Subianto mengganti jajaran pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN) mendapat respons positif dari berbagai kalangan. Langkah tersebut dinilai menunjukkan keseriusan pemerintah dalam merespons masukan masyarakat sekaligus memperkuat pelaksanaan program strategis nasional.

Lingkar Pemuda Indonesia (LPI) menyampaikan apresiasi atas kebijakan Presiden yang melakukan perombakan kepemimpinan di BGN. Organisasi tersebut menilai pergantian pimpinan menjadi langkah penting untuk memastikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) berjalan lebih optimal.

Direktur Eksekutif Lingkar Pemuda Indonesia, Akhrom Saleh, menyebut keputusan tersebut mencerminkan komitmen Presiden dalam menempatkan kepentingan program negara di atas kepentingan individu maupun kelompok tertentu.

"Langkah Presiden Prabowo mencopot pimpinan BGN adalah bukti nyata bahwa beliau tidak anti-kritik. Presiden menunjukkan bahwa integritas program negara di atas kepentingan personal maupun kelompok. Ini adalah kabar baik bagi masyarakat bahwa aspirasi yang selama ini disuarakan, termasuk oleh kelompok pemuda dan elemen sipil, benar-benar didengar dan ditindaklanjuti," kata Akhrom, dalam keterangannya, Rabu, 3 Juni 2026.

Advertisement

Menurut LPI, berbagai kritik terhadap BGN telah muncul dalam beberapa bulan terakhir. Kritik tersebut antara lain berkaitan dengan komunikasi publik, tata kelola program, hingga sejumlah polemik yang menjadi perhatian masyarakat.

"Ini dampak dari buruknya komunikasi publik yang tidak mampu dibangun oleh BGN, seperti projek yang tidak masuk akal saat negara melakukan efisiensi anggaran, manajemen dapur umum buruk, ada persoalan jual beli titik SPPG, hingga kontroversi berapa pernyataan pimpinan BGN sebelumnya, yang menjadi catatan merah dan tidak bisa terus diabaikan," papar Akhrom.

Akhrom menilai keputusan pergantian pimpinan tidak terlepas dari proses evaluasi yang dilakukan pemerintah terhadap kinerja lembaga tersebut.

"Kami melihat ada komitmen untuk membenahi tata kelola agar program Makan Bergizi Gratis ini tidak sekadar jalan, tetapi tepat sasaran, berkualitas, dan akuntabel. Dengan digantinya pimpinan BGN, kami berharap profesionalisme dan transparansi dapat segera dipulihkan," tuturnya.

Harapan terhadap Pimpinan Baru

LPI juga menyambut positif penunjukan Nanik S. Deyang sebagai Kepala BGN yang baru. Organisasi itu optimistis kepemimpinan baru mampu membawa perbaikan dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis.

Selain itu, LPI mendorong agar transparansi penggunaan anggaran menjadi perhatian utama, sehingga seluruh dana yang dialokasikan dari APBN dapat dipertanggungjawabkan secara terbuka kepada publik.

"Memastikan standar gizi dan keamanan pangan dapat terjaga di semua titik SPPG, tanpa adanya praktik-praktik yang merugikan publik, seperti keracunan masal, praktek jual beli titik dapur, dan lain sebagainya," pungkasnya.

Dia menegaskan akan terus mengawasi pelaksanaan program tersebut sebagai bentuk kontrol publik terhadap kebijakan pemerintah.

Advertisement

"Kami tetap pada posisi sebagai mitra kritis pemerintah. Jika di masa depan ditemukan hal-hal yang menyimpang, kami tidak akan ragu untuk kembali bersuara. Namun, untuk hari ini, kami mengapresiasi keberanian dan ketegasan Presiden," tutupnya.

Mihardi
Mihardi
Penulis

Redaktur FIN.CO.ID