Situasi di lapangan sebenarnya berada dalam masa damai semu. Gencatan senjata telah berlaku antara Amerika Serikat dan Iran sejak 8 April, tetapi pembicaraan selanjutnya untuk mencoba mengakhiri konflik secara permanen sejauh ini belum berhasil. Kondisi ini kian rumit karena pengaruh eskalasi di wilayah Timur Tengah lainnya. Teheran mengatakan pada hari Senin bahwa perluasan kampanye Israel di Lebanon berisiko mengakhiri gencatan senjata AS-Iran.
Di sektor perairan, ketegangan juga terus memuncak akibat pengawasan maritim yang super ketat dari pihak Amerika. Sebelum rentetan serangan udara terjadi, pasukan AS menembakkan rudal ke sebuah kapal yang mencoba berlayar menuju pelabuhan Iran yang melanggar blokade Amerika, melumpuhkan kapal tersebut.
Tindakan tegas ini menambah daftar panjang operasi pencegatan maritim oleh Angkatan Laut Amerika Serikat. Washington kini telah menghentikan secara paksa enam kapal yang menurut mereka mencoba melanggar blokade, yang telah berlaku sejak 13 April.