fin.co.id - Pusat Pelatihan Kerja Daerah (PPKD) Jakarta Timur kembali membuka kesempatan bagi masyarakat yang ingin meniti karier di luar negeri melalui program penempatan tenaga kerja ke Jepang. Program tersebut diharapkan dapat menjadi jalan bagi calon pekerja Indonesia untuk memperoleh pengalaman kerja internasional sekaligus meningkatkan kompetensi mereka.
Kepala PPKD Jakarta Timur, Teguh Hendarwan, mengatakan program tersebut merupakan hasil kerja sama antara PPKD Jakarta Timur, Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI), dan PT Transjakarta.
"Kami kembali membuka peluang bagi masyarakat yang ingin berkarir di luar negeri melalui program penempatan tenaga kerja ke Jepang. Program ini merupakan hasil kolaborasi antara PPKD Jakarta Timur, Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI), dan PT Transjakarta," kata Kepala PPKD Jakarta Timur Teguh Hendarwan di Jakarta, dilansir Antara, Kamis, 4 Juni 2026.
Menurut Teguh, program ini dirancang untuk menyiapkan tenaga kerja yang memiliki kemampuan dan daya saing sesuai kebutuhan pasar kerja global, khususnya di Jepang.
Sebelum diberangkatkan, para calon pekerja harus mengikuti tahapan seleksi yang cukup ketat. Proses tersebut mencakup ujian tertulis, psikotes, serta wawancara untuk mengukur kesiapan dan kompetensi peserta sesuai kebutuhan industri di negara tujuan.
Pada pelaksanaan seleksi yang digelar di PPKD Jakarta Timur, sekitar 120 peserta mengikuti proses penyaringan. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian rekrutmen yang telah berlangsung sejak pekan lalu dan dilakukan secara bertahap.
"Kita sudah mulai rekrutmen sejak pekan lalu, dan ini hari keempat, sudah ada 720 peserta yang mengikuti seleksi," ujar Teguh.
Tingginya minat masyarakat terhadap kesempatan bekerja di Jepang terlihat dari jumlah pendaftar yang terus bertambah. PPKD Jakarta Timur menargetkan sebanyak 1.500 peserta mengikuti seluruh rangkaian seleksi yang disiapkan.
"Jumlah tersebut merupakan bagian dari target nasional pengiriman tenaga kerja ke Jepang yang mencapai 3.000 orang, sesuai kebutuhan dan permintaan dari pihak Jepang," ucap Teguh.
Meski peluang yang tersedia cukup besar, jumlah tenaga kerja yang berhasil diberangkatkan melalui program ini masih tergolong terbatas. Dalam tiga tahun terakhir, tercatat sebanyak 35 peserta telah ditempatkan untuk bekerja di Jepang.
Pada tahun 2026, PPKD Jakarta Timur menargetkan pengiriman 40 tenaga kerja untuk mengisi kebutuhan sektor konstruksi, khususnya scaffolding, serta bidang otomotif atau pramudi.
Peserta yang berhasil lolos seleksi nantinya akan bekerja di Jepang dengan masa kontrak antara dua hingga tiga tahun. Sebelum keberangkatan, mereka diwajibkan mengikuti berbagai pelatihan guna meningkatkan kemampuan bahasa maupun keterampilan kerja.
"Sebelum berangkat ke Jepang, mereka diberikan pelatihan bahasa selama 45 hari hingga tiga bulan. Mereka harus mencapai standar kemampuan bahasa Jepang level N4, kemudian diberikan pelatihan keterampilan sesuai bidang pekerjaan yang akan dijalani," jelas Teguh.
Program penempatan tenaga kerja ke Jepang ini tidak hanya bertujuan memenuhi kebutuhan tenaga kerja di negara tersebut, tetapi juga menjadi salah satu upaya memperluas kesempatan kerja bagi masyarakat Indonesia, terutama warga Jakarta Timur.
Melalui pembekalan bahasa dan keterampilan yang memadai, para peserta diharapkan mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan kerja, budaya, serta standar profesional yang berlaku di Jepang sehingga dapat bekerja secara optimal selama masa kontrak berlangsung.