Prabowo Minta Telur Utuh dan Porsi Ayam Layak dalam Program MBG

news.fin.co.id - 04/06/2026, 14:00 WIB

Prabowo Minta Telur Utuh dan Porsi Ayam Layak dalam Program MBG

Presiden Prabowo saat menghadiri Konsolidasi Nasional Program MBG yang digelar Badan Gizi Nasional (BGN) di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Jawa Barat, Rabu 3 Juni 2026.

fin.co.id - Presiden Prabowo Subianto meminta para mitra pelaksana Program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk tidak lagi menyajikan telur dalam bentuk telur dadar. Menurutnya, telur sebaiknya diberikan dalam kondisi utuh agar kualitas serta kandungan gizinya tetap terjaga.

Permintaan tersebut disampaikan Prabowo saat menghadiri acara Membangun Generasi Masa Depan Indonesia Melalui Nutrisi di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Jawa Barat, Rabu, 3 Juni 2026.

"Mitra-mitra, yang kedua, telur jangan bikin dadar," tegas Prabowo saat menghadiri acara Membangun Generasi Masa Depan Indonesia Melalui Nutrisi di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Jawa Barat, Rabu, 3 Juni 2026.

Prabowo menilai penyajian telur dalam bentuk dadar berpotensi mengurangi kualitas bahan makanan karena bisa dicampur dengan berbagai bahan tambahan. Oleh sebab itu, ia menyarankan agar telur disajikan dalam bentuk rebus atau ceplok.

Advertisement

"Kalau telur dadar, saya sudah lama jadi orang Indonesia. Kalau telur dadar nanti dicampur macam-macam itu. Iya kan? Tepungnya lebih banyak dari telurnya. Jadi telur harus utuh, ceplok atau rebus," kata Prabowo.

Selain menyoroti penyajian telur, Presiden juga memberikan perhatian terhadap ukuran porsi ayam yang disajikan kepada peserta program. Ia menilai ada praktik pemotongan ayam yang menghasilkan bagian terlalu kecil sehingga kurang ideal untuk memenuhi kebutuhan gizi.

Dalam kesempatan tersebut, Prabowo menunjukkan perbandingan antara satu ekor ayam yang dipotong menjadi 14 bagian dengan ayam yang dipotong menjadi delapan bagian. Menurutnya, pemotongan yang terlalu banyak akan membuat porsi yang diterima menjadi terlalu kecil.

"Coba lihat ayamnya, ayamnya, ayamnya kasih lihat. Ayam ya? Yang kiri, yang kiri kelihatan? Porsi kecil. Ini potong 14. Kelihatan? Nih ya, yang kiri adalah ayam dipotong 14," kata Prabowo memperlihatkan sebuah piring.

"Yang ini berapa? Yang ini delapan. Yang kanan delapan," lanjut Prabowo.

Lebih lanjut, Prabowo mengingatkan para Kepala Dapur MBG dan Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) untuk menjalankan tugas pengawasan secara maksimal. Ia menekankan pentingnya menjaga integritas dalam pelaksanaan program agar tujuan pemberian makanan bergizi kepada anak-anak dapat tercapai dengan baik.

"Kalian bertanggung jawab untuk mengawasi. Jangan kau larut ikut main-main juga, enggak benar!" kata Prabowo.

Arahan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk memastikan Program Makan Bergizi Gratis berjalan sesuai standar yang telah ditetapkan, baik dari sisi kualitas bahan makanan maupun kecukupan gizi yang diterima para siswa.

Mihardi
Mihardi
Penulis

Redaktur FIN.CO.ID