Masih Juga Terjadi! 84 Siswa SMA di Bangkalan Muntah-muntah Setelah Mengonsumsi Menu MBG

news.fin.co.id - 05/06/2026, 21:23 WIB

Masih Juga Terjadi! 84 Siswa SMA di Bangkalan Muntah-muntah Setelah Mengonsumsi Menu MBG

Dugaan keracunan akibat mengonsumsi menu MBG terjadi di Bangkalan.

fin.co.id - Dugaan keracunan akibat mengonsumsi menu Makan Bergizi Gratis (MBG) Kembali terjadi. Kali ini puluhan keluarga besar SMA Negeri 1 Kokop, Bangkalan, Jawa Timur, mengalami gejala mual dan muntah-muntah yang hebat, Kamis, 4 Juni 2026.

Efek hidangan ini bahkan meluas hingga ke luar lingkungan sekolah. Karena beberapa murid membawa pulang makanan tersebut, sebagian orang tua atau wali siswa ikut keracunan setelah mengonsumsi makanan yang sama di rumah.

Hingga Jumat, 5 Juni 2026, insiden tragis tersebut tercatat menyerang total 84 orang siswa. Tim medis bergerak cepat memberikan pertolongan, namun kondisi beberapa korban membutuhkan pemantauan intensif. Sebanyak 12 orang siswa di antaranya masih harus menjalani perawatan medis di Puskesmas Kokop, Bangkalan untuk memulihkan kondisi fisik mereka.

Satgas MBG Bangkalan Mengusut Dugaan Kasus Keracunan

Advertisement

Merespons kejadian luar biasa ini, Satuan Tugas (Satgas) program Makan Bergizi Gratis (MBG) Bangkalan langsung turun tangan secara aktif. Mereka bergerak cepat mengusut tuntas insiden keracunan massal yang menimpa warga sekolah tersebut.

"Kami telah melakukan investigasi mendalam dengan meminta keterangan kepada para korban dan mengamankan sampel makanan," kata Ketua Satgas MBG Bangkalan Bambang Budi Mustika di Bangkalan, Jumat.

Selain menggali kesaksian dari para siswa yang menjadi korban, tim Satgas MBG Bangkalan juga mendatangi pihak penyedia makanan secara langsung. Saat meninjau kondisi akomodasi penyedia makanan pada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), Satgas menemukan satu fakta krusial. Mereka melihat bahwa Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di lokasi pengolahan tersebut ternyata belum diperbarui.

Koordinasi dengan Dinas Kesehatan dan Uji Laboratorium Surabaya

Untuk memastikan penyebab pasti dari petaka ini, Satgas MBG terus menjalin komunikasi intensif dengan otoritas kesehatan setempat. Langkah klinis mutlak mereka lakukan demi mendapat hasil yang akurat dan objektif.

"Kami juga berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Bangkalan terkait kasus ini untuk melakukan uji klinis. Petugas medis di lapangan juga sudah mengamankan sampel makanan sisa dan sampel muntahan dari siswa terdampak untuk dibawa dan diperiksa secara intensif di laboratorium Surabaya," katanya menjelaskan.

Melalui pemeriksaan laboratorium di Surabaya ini, petugas berharap bisa segera mengungkap zat atau bakteri yang mencemari hidangan tersebut. Langkah evaluasi total terhadap program Makan Bergizi Gratis di wilayah Bangkalan kini menjadi prioritas utama agar kejadian serupa tidak terulang kembali di masa depan.

Esnoe Faqih Wardhana
Esnoe Faqih Wardhana
Penulis

Penulis FIN.CO.ID