Pramono Godok Penyesuaian Tarif Transjabodetabek, Rute Blok M-Soetta Masuk Evaluasi

news.fin.co.id - 05/06/2026, 10:16 WIB

Pramono Godok Penyesuaian Tarif Transjabodetabek, Rute Blok M-Soetta Masuk Evaluasi

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo mengatakan, bakal mengikuti kebijakan pemerintah pusat terkait penerapan kerja dari rumah (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN) setiap hari Jumat. Foto: Cahyono

fin.co.id - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo mengatakan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta tengah mengkaji penyesuaian tarif sejumlah layanan Transjabodetabek. Salah satu rute yang masuk dalam evaluasi adalah layanan Blok M-Bandara Soekarno-Hatta.

Menurut Pramono, keputusan terkait penyesuaian tarif tersebut ditargetkan rampung dalam waktu dekat. Selain rute menuju Bandara Soekarno-Hatta, sejumlah koridor Transjabodetabek lainnya juga akan dikaji sesuai kebutuhan operasional masing-masing.

“Untuk tarif Transjabodetabek Blok M-Soekarno Hatta, segera akan kami putuskan. Pada bulan-bulan ini kita akan memutuskan beberapa rute, bukan hanya Blok M ke Soekarno-Hatta, tetapi juga Transjabodetabek lainnya yang perlu penyesuaian,” jelas Pramono saat dijumpai di Jakarta Timur, Jumat, 5 Juni 2026.

Ia menuturkan, salah satu alasan utama penyesuaian tarif dilakukan karena besarnya beban subsidi yang selama ini ditanggung pemerintah daerah (Pemda) untuk mendukung operasional layanan tersebut. Meski demikian, Pramono belum mengungkapkan secara rinci koridor mana saja yang nantinya akan mengalami perubahan tarif.

Advertisement

Sekadar informasi, Pemprov DKI Jakarta telah meresmikan layanan Transjabodetabek rute SH2 Blok M-Bandara Soekarno-Hatta pada 12 Maret 2026. Saat peluncuran, pemerintah menyatakan akan melakukan evaluasi tarif setelah layanan tersebut beroperasi selama tiga bulan.

Pramono sebelumnya menyebut besaran subsidi yang diberikan untuk rute tersebut cukup tinggi. Karena itu, pemerintah daerah mempertimbangkan penyesuaian tarif agar operasional layanan tetap berjalan secara berkelanjutan.

Pemprov DKI sempat mengkaji tarif perjalanan pada kisaran Rp10.000 hingga Rp15.000. Namun, keputusan final baru akan ditetapkan setelah evaluasi menyeluruh terhadap operasional rute dilakukan.

“(Alasannya) Pertama, karena ini rutenya panjang, busnya baru dan khusus untuk itu, sehingga perlu biaya yang harus dikeluarkan, dan juga di Terminal 1, 2, 3 tentunya bus parkir itu nggak gratis, ada biaya-biaya yang harus ditanggung,” tutur Pramono.

Mihardi
Mihardi
Penulis

Redaktur FIN.CO.ID