Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, turut mengomentari dinamika terbaru ini dari Ruang Oval. Trump, yang sebelumnya sesumbar bisa menghentikan perang ini dalam satu hari setelah menjabat, menilai rencana pertemuan tatap muka tersebut sebagai hal yang bagus.
"Saya pikir kami banyak berperan dalam hal ini," katanya kepada wartawan di Ruang Oval - tempat bentrokan antara dirinya dan pemimpin Ukraina.
"Saya pikir akan sangat bagus jika mereka bertemu. Mereka harus - menyelesaikannya."
Sentimen ini muncul di tengah kritik yang sempat menerpa Trump karena ia pernah mencaci Zelenskyy di Gedung Putih tahun lalu, namun malah mengundang Putin ke KTT di Alaska.
Saat ini, fokus diplomasi AS sebenarnya sedang terbagi karena perhatian Trump lebih banyak tercurah pada konflik bersenjata antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran yang telah berkecamuk selama lebih dari tiga bulan. Kendati demikian, Trump tetap meminta Rusia dan Ukraina untuk melunakkan ego masing-masing.
"Mereka berdua akan membuat kompromi, saya menyarankan kompromi tersebut, dan Anda tahu, kami telah banyak terlibat di dalamnya," kata Trump tentang Ukraina dan Rusia, tanpa menyebutkan rincian kompromi yang ia maksud.