Pendidikan . 10/06/2026, 23:14 WIB
Penulis : Esnoe Faqih Wardhana | Editor : Esnoe Faqih Wardhana
fin.co.id - Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) menyiapkan 1.100 beasiswa bagi santri dari berbagai pondok pesantren pada 2026. Program ini bertujuan memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM), memperluas akses pendidikan tinggi, sekaligus mendorong diversifikasi profesi berbasis akademik dan teknologi.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan program tersebut menjadi bagian dari upaya berkelanjutan pemerintah daerah dalam membuka kesempatan pendidikan yang lebih luas bagi kalangan santri.
“Ini kita mencoba terus menguatkan kualitas SDM di Jawa Timur, diversifikasi akademik di Jawa Timur dengan memberikan akses para santri dari berbagai pondok pesantren di Jawa Timur,” ujar Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat peluncuran beasiswa Pemprov Jatim bersama Lembaga Pengembangan Pesantren dan Diniyah (LPPD) setempat di Surabaya, Rabu, 10 Juni 2026.
Khofifah menjelaskan program beasiswa santri telah berjalan sejak 2006 pada masa kepemimpinan Gubernur Imam Utomo. Setelah itu, program terus berkembang dan menjangkau lebih banyak jenjang pendidikan.
Pada era Gubernur Soekarwo, program tersebut mencakup beasiswa jenjang sarjana. Selanjutnya, Pemerintah Provinsi Jawa Timur memperluas cakupan program hingga jenjang magister, doktoral, serta beasiswa ke Universitas Al-Azhar Mesir.
Perluasan program ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung pendidikan pesantren agar mampu menghasilkan lulusan yang memiliki daya saing tinggi di tingkat nasional maupun internasional
Tahun ini, Pemprov Jatim juga meluncurkan program baru berbasis Science, Technology, Engineering, Economics and Mathematics (STEM) yang ditujukan khusus bagi santri.
Program tersebut diharapkan mampu membuka peluang yang lebih luas bagi lulusan pesantren untuk berkarier di bidang sains, teknologi, dan sektor profesional lainnya yang terus berkembang.
“Program ini diharapkan bisa menguatkan diversifikasi profesi yang berbasis pesantren. Jadi memang kerja samanya dengan pesantren-pesantren untuk bisa memberikan afirmasi pada diversifikasi profesi,” katanya.
Melalui program STEM, pemerintah ingin mendorong lahirnya lebih banyak talenta pesantren yang memiliki kompetensi akademik sekaligus kemampuan di bidang teknologi dan inovasi.
Ketua Lembaga Pengembangan Pesantren dan Diniyah (LPPD) Jawa Timur Abd Halim Soebahar menjelaskan kuota penerima beasiswa tahun ini mencapai 1.100 orang dengan berbagai skema pendidikan.
Untuk program STEM, tersedia kuota sebanyak 40 mahasiswa jenjang sarjana dan 20 mahasiswa jenjang magister.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media