Pramono Ungkap Daerah Penyangga Belum Mau Patungan, Tarif Transjabodetabek Berpotensi Naik

news.fin.co.id - 10/06/2026, 14:13 WIB

Pramono Ungkap Daerah Penyangga Belum Mau Patungan, Tarif Transjabodetabek Berpotensi Naik

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo menyatakan dukungan penuh terhadap program gentengisasi nasional yang digagas Presiden Prabowo Subianto.

fin.co.id – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo mengungkapkan, pemerintah daerah di Jawa Barat dan Banten hingga kini belum bersedia ikut menanggung subsidi layanan Transjabodetabek.

Kondisi tersebut membuat Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mempertimbangkan penyesuaian tarif Transjabodetabek yang saat ini masih dipatok Rp3.500 per penumpang.

Menurut Pramono, sejumlah kepala daerah di kawasan Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Bodetabek) masih memandang subsidi transportasi lintas wilayah tersebut sebagai tanggung jawab Jakarta semata. Padahal, lanjut dia, manfaat layanan Transjabodetabek dirasakan bersama oleh masyarakat di wilayah aglomerasi Jakarta dan daerah penyangga.

"Memang mereka merasa bahwa ini kan kebutuhan Jakarta. Sebenarnya bukan kebutuhan Jakarta, ini kebutuhan bersama sebagai aglomerasi," kata Pramono di kawasan Cikini, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu, 10 Juni 2026.

Advertisement

Meski demikian, Pramono memilih tidak memperpanjang perdebatan terkait kontribusi anggaran dari daerah penyangga. Ia menegaskan fokus pemerintah saat ini adalah memastikan layanan transportasi publik tetap berjalan optimal dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Menurutnya, persoalan transportasi di kawasan metropolitan harus ditangani secara bersama demi mendukung mobilitas warga yang setiap hari beraktivitas lintas daerah.

"Saya tidak mau berdebat urusan ada atau tidak yang berkontribusi tapi yang jelas bahwa persoalan transportasi Jakarta dan daerah pendukungnya atau penyangga ini kita tangani secara lebih baik," ujarnya.

Di sisi lain, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tetap berkomitmen menjaga keterjangkauan tarif bagi masyarakat. Karena itu, meskipun ada wacana penyesuaian tarif, pemerintah akan berupaya agar kenaikan yang dilakukan tidak terlalu membebani pengguna transportasi umum.

Sebelumnya, Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Budi Awaluddin, mengungkapkan, anggaran subsidi untuk layanan Transjabodetabek pada 2026 mencapai lebih dari Rp401 miliar.

"Subsidi transjabodetabek th 2026 Rp401.087.058.387. Subsidi rata-rata perpelanggan Rp12.258," kata Budi.

Berdasarkan data tersebut, setiap pengguna Transjabodetabek saat ini memperoleh subsidi rata-rata sebesar Rp12.258 per perjalanan. Besarnya dukungan anggaran itu menjadi salah satu alasan Pemprov DKI Jakarta mendorong adanya skema pembiayaan bersama dengan pemerintah daerah di wilayah aglomerasi.

Mihardi
Mihardi
Penulis

Redaktur FIN.CO.ID