Israel Kembali Langgar Gencatan Senjata, Serangan Udara Hantam Lebanon dan Sekolah Pengungsi di Gaza

news.fin.co.id - 12/06/2026, 16:55 WIB

Israel Kembali Langgar Gencatan Senjata, Serangan Udara Hantam Lebanon dan Sekolah Pengungsi di Gaza

Militer Israel kembali melanggar gencatan senjata lewat serangan udara di Lebanon selatan.

fin.co.id - Eskalasi militer di Timur Tengah kembali memanas setelah tentara Israel melancarkan gelombang serangan udara, ledakan, dan penembakan artileri pada Jumat, 12 Juni 2026 pagi.

Gempuran bertubi-tubi ini menerjang beberapa kota di Lebanon selatan dan wilayah Jalur Gaza, meskipun kedua kawasan tersebut masih berada di bawah kesepakatan gencatan senjata.

Kantor berita negara NNA melaporkan bahwa militer Israel terus melanjutkan agresinya ke wilayah Lebanon selatan. Serangan ini melanggar perjanjian gencatan senjata resmi yang meluncur sejak 17 April dan telah mendapatkan perpanjangan hingga awal Juli mendatang.

Aktivitas militer Israel di wilayah Lebanon pada Jumat pagi menyasar beberapa titik strategis, antara lain:

Advertisement
  • Distrik Nabatieh: Sebuah drone tempur menargetkan kota Jibshit secara langsung.
  • Distrik Marjayoun: Pesawat tempur udara menyerang daerah Arid Debbin. Di saat yang sama, tentara Israel juga melakukan aksi peledakan di dataran Khiam.
  • Distrik Tyre: Penembakan artileri menyasar pinggiran Buyout al-Sayyad. Jet tempur juga membombardir kota Qalawayh dan al-Bayad.
  • Distrik Sidon: Drone intelijen terbang rendah secara konstan di atas kota Baysariyeh dan daerah sekitarnya.

Agresi berkepanjangan ini terus menambah panjang daftar korban jiwa. Sejak 2 Maret—menyusul aksi pembalasan Hizbullah terhadap perang melawan Iran—serangan Israel di Lebanon telah menewaskan setidaknya 3.711 orang dan melukai 11.483 orang lainnya.

Padahal, Presiden AS Donald Trump baru saja menyatakan pada hari Kamis bahwa Washington dan Teheran hampir menyelesaikan kesepakatan untuk mengakhiri konflik tersebut. Pihak Iran sendiri mengajukan syarat mutlak berupa penghentian pertempuran di semua lini, termasuk Lebanon, sebelum menandatangani perdamaian.

Artileri Israel Hantam Sekolah Tempat Pengungsian di Gaza

Tidak hanya di Lebanon, situasi kemanusiaan di Jalur Gaza juga semakin mencekam pada Jumat pagi. Penembakan artileri berat milik Israel menyasar Sekolah Abu Hussein di kamp pengungsi Jabalia. Lokasi ini merupakan tempat bernaung bagi ratusan warga Palestina yang kehilangan tempat tinggal.

Sumber dari layanan medis Kementerian Dalam Negeri mengonfirmasi bahwa tim ambulans langsung mengevakuasi lima warga Palestina yang terluka akibat hantaman peluru artileri tersebut. Namun, pihak medis belum merinci jenis luka yang menimpa para korban.

Aksi ini menjadi bukti nyata bahwa Israel terus melanggar perjanjian gencatan senjata yang telah disepakati sejak 10 Oktober 2025. Menurut data terbaru dari Kementerian Kesehatan Gaza, pelanggaran sepihak oleh Israel ini telah membunuh sedikitnya 981 warga Palestina.

Serangan Udara dan Penghancuran Massal Rumah Sipil di Jalur Gaza

Selain insiden di Jabalia, militer Israel juga mengamuk di beberapa zona berpenduduk padat lainnya di Gaza sepanjang Jumat pagi:

Advertisement
  • Kota Gaza: Saksi mata melaporkan drone Israel melepaskan tembakan hebat dan menjatuhkan bom di sekitar persimpangan Sanafour yang terletak di lingkungan Tuffah, wilayah timur laut kota.
  • Gaza Tengah (Kamp Maghazi): Jet tempur Israel meratakan dua rumah milik keluarga al-Aidi dan al-Khamisi hingga hancur total. Serangan ini meluncur setelah militer mengeluarkan peringatan evakuasi untuk dua blok perumahan tersebut. Ledakan ini memicu kerusakan luas pada puluhan rumah di sekitarnya dan memaksa puluhan keluarga kembali mengungsi.
  • Deir al-Balah: Pesawat tempur membom lahan kosong di sebelah rumah warga. Meski merusak parah bangunan di sekitarnya, sumber medis melaporkan tidak ada korban jiwa dalam insiden ini.
  • Khan Younis (Gaza Selatan): Saksi mata mendengar suara ledakan keras di wilayah yang luas setelah tentara Israel sengaja meruntuhkan dua rumah serta bangunan sipil di daerah timur kota.

Krisis Kemanusiaan Gaza yang Kian Kelam

Esnoe Faqih Wardhana
Esnoe Faqih Wardhana
Penulis

Penulis FIN.CO.ID