Nasional . 12/06/2026, 18:37 WIB
Penulis : Esnoe Faqih Wardhana | Editor : Esnoe Faqih Wardhana
fin.co.id - Badan Gizi Nasional (BGN) melaporkan bahwa sebanyak empat Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, terpaksa menghentikan operasional mereka untuk sementara waktu. Penghentian ini terjadi karena pengelola belum menerima kucuran dana untuk pengadaan bahan pangan program tersebut.
Kepala Koordinator BGN Wilayah Natuna, Lutshia Widi Febiana, membenarkan kabar tersebut saat memberikan konfirmasi langsung dari Natuna pada Jumat, 12 Juni 2026.
Menurut penjelasannya, pembekuan layanan sementara ini mulai berlaku per hari Jumat ini. Empat fasilitas yang terdampak kebijakan ini mencakup SPPG di wilayah Batubi Jaya, Kelarik, Harapan Jaya, dan Cemaga.
"Penyebabnya dana belum masuk ke virtual account. Untuk waktunya belum diketahui," ungkap Lutshia menjelaskan kendala teknis yang sedang terjadi.
Lutshia menjabarkan bahwa pengelola sangat membutuhkan dana operasional tersebut guna memborong komoditas pangan lokal. Bahan-bahan pokok itu yang nantinya petugas dapur olah menjadi sajian sehat dan bernutrisi bagi para penerima manfaat program MBG
Ternyata, macetnya pasokan anggaran ini bukan yang pertama kali terjadi di kawasan tersebut. Kejadian serupa sebelumnya juga sempat melumpuhkan aktivitas pelayanan di SPPG Bunguran Timur Laut.
Fasilitas di Bunguran Timur Laut tersebut sempat menyetop total distribusinya selama dua hari, tepatnya pada tanggal 8 hingga 9 Juni 2026 kemarin. Namun, pengelola langsung mengaktifkan kembali dapur umum pada Rabu (10/6) setelah anggaran yang dinanti akhirnya tersedia di rekening.
Meskipun empat titik mengalami kelumpuhan operasional, masyarakat tidak perlu berkecil hati. BGN memastikan bahwa distribusi paket makanan sehat di Natuna tidak sepenuhnya mati total. Program pemenuhan nutrisi ini terpantau masih berjalan normal melalui tujuh SPPG lain yang tersebar di berbagai kelurahan dan pulau.
Tujuh sentral pelayanan gizi yang hingga saat ini masih konsisten beroperasi meliputi:
Lutshia memaparkan bahwa saat ini Kabupaten Natuna baru memiliki 11 unit SPPG yang berstatus aktif dan siap pakai. Angka ini sebetulnya masih jauh dari target jangka panjang pemerintah, yang memproyeksikan pembangunan sebanyak 28 unit SPPG di seluruh pelosok Natuna.
Hadirnya infrastruktur gizi ini memegang peran yang sangat krusial bagi tumbuh kembang generasi muda di wilayah perbatasan.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media