"Kami ditelepon beliau dan disampaikan, 'Pak Mentan kenapa terjadi penurunan?'" ungkap Amran menirukan percakapan dengan Presiden.
"Saya katakan kepada beliau, ini anomali," tambahnya.
Menurut Amran, kondisi penurunan harga TBS ini sangat kontras dengan indikator ekonomi makro yang seharusnya mendukung.
Bayangkan, di saat harga minyak sawit mentah (CPO) melonjak tajam di pasar global dan nilai tukar dolar AS menguat signifikan hingga 10 persen, harga TBS justru merosot.
"Ini tidak masuk akal," seru Amran, menunjukkan betapa janggalnya situasi ini.
Fenomena ini jelas mengindikasikan adanya masalah serius dalam rantai tata niaga komoditas sawit yang berdampak langsung ke petani.
Tak Ada Ampun untuk Praktik Curang
Menghadapi anomali yang merugikan ini, Kementerian Pertanian (Kementan) bergerak cepat bak kilat.