Mereka segera mengumpulkan seluruh pemangku kepentingan industri sawit dari berbagai penjuru negeri.
Tujuannya jelas: melakukan evaluasi menyeluruh dan mencari solusi konkret.
Pertemuan akbar ini dihadiri perwakilan dari sekitar 700 perusahaan, dari total 1.900 pabrik kelapa sawit (PKS) yang beroperasi di Indonesia.
Amran menegaskan, pemerintah tidak akan tinggal diam melihat ada pihak yang bermain-main atau berpotensi merugikan para petani.
"Nah, ini kami minta jangan bermain-main. Jangan korbankan rakyat," tegas Amran dengan nada menggebu.
"Petani plasma itu 15 juta, dengan seluruh keluarganya diperkirakan 30 juta orang," lanjutnya, menekankan betapa besar dampaknya bagi masyarakat.
Arahan Presiden Prabowo sangat jelas dan tegas: memastikan setiap kebijakan pemerintah memberikan perlindungan maksimal kepada petani sawit.
Prioritas utama adalah petani plasma, yang selama ini menjadi tulang punggung utama produksi sawit nasional.