Tidak hanya berfokus pada solusi jangka pendek, pemerintah juga tengah merancang perbaikan fundamental pada tata niaga sawit secara menyeluruh.
Salah satu terobosan besar yang digagas adalah penerapan sistem ekspor sawit terintegrasi melalui mekanisme satu pintu.
Harapannya, sistem ini bukan hanya sekadar efisiensi, tapi juga untuk mengangkat kesejahteraan petani Indonesia.
Sistem satu pintu diharapkan mampu menutup celah kebocoran yang selama ini mungkin terjadi dalam rantai ekspor.
"Harapannya, sistem satu pintu ini bisa mengangkat kesejahteraan petani Indonesia dan menghindari kebocoran-kebocoran," pungkas Amran.
"Insyaallah harga TBS ke depan lebih baik," tutupnya, memberikan optimisme bagi seluruh pelaku industri kelapa sawit nasional. (*)