Megapolitan . 21/06/2026, 21:04 WIB
Penulis : Mihardi | Editor : Mihardi
fin.co.id - Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait atau Ara meningkatkan alokasi Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau program bedah rumah di Provinsi DKI Jakarta menjadi 10.000 unit pada 2026. Jumlah tersebut melonjak tajam dibanding realisasi tahun sebelumnya yang hanya mencapai 158 unit.
Ara menjelaskan, hingga 12 Juni 2026 pelaksanaan program BSPS di Jakarta telah memasuki tahap pengerjaan lebih dari 5.659 unit rumah. Program tersebut tersebar di sejumlah wilayah, yakni Kepulauan Seribu sebanyak 300 unit, Jakarta Barat 1.350 unit, Jakarta Selatan 1.000 unit, Jakarta Utara 1.009 unit, Jakarta Pusat 1.000 unit, serta Jakarta Timur sebanyak 1.000 unit.
"BSPS ini merupakan program Presiden Prabowo untuk memperbaiki rumah masyarakat yang tidak layak huni di seluruh Indonesia,” kata Ara, dikutip Minggu, 21 Juni 2026.
“Di DKI Jakarta, alokasinya meningkat signifikan, dari 158 unit tahun lalu menjadi 10.000 unit pada tahun ini," sambungnya.
Menurut Maruarar, salah satu tantangan utama dalam pelaksanaan program BSPS di Jakarta masih berkaitan dengan persoalan legalitas lahan. Ia menyebut jumlah rumah tidak layak huni di Ibu Kota masih mencapai sekitar 824 ribu unit.
"Rumah tidak layak huni di Jakarta masih mencapai sekitar 824 ribu unit. Salah satu kendala yang masih banyak ditemui adalah persoalan alas hak atau legalitas kepemilikan lahan," katanya.
Di sisi lain, Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Provinsi DKI Jakarta Kelik Indriyanto menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan program tersebut. Pemerintah daerah, kata dia, siap memberikan dukungan dalam penyelesaian persoalan kepemilikan lahan selama tidak terdapat sengketa.
"Kami berterima kasih atas program ini. Untuk persoalan alas hak, pemerintah daerah siap mendukung selama lahan tersebut tidak dalam kondisi bersengketa," ucapnya.
Dalam rangkaian kegiatan yang telah berlangsung, Menteri PKP bersama jajaran turut meninjau pelaksanaan Pemilihan Terbuka Toko (PTT) bagi Kelompok Penerima Bantuan BSPS di Kelurahan Palmeriam. Kegiatan tersebut melibatkan 11 calon penerima bantuan dengan total anggaran sebesar Rp192,5 juta serta diikuti dua toko penyedia material bangunan.
Dari proses pemilihan tersebut, tercatat efisiensi anggaran mencapai Rp13.455.656 atau sekitar 6,97 persen. Menteri Ara meminta agar dana hasil penghematan tersebut dimanfaatkan kembali untuk menambah kebutuhan bahan bangunan bagi masyarakat penerima manfaat.
"Hasil efisiensi ini silakan dirundingkan bersama agar dapat dibelikan kembali bahan bangunan untuk masyarakat. Saya juga titip pesan, tidak boleh ada pungutan liar. Tolong masyarakat ikut mengawasi, apabila ada pungli segera laporkan dan dokumentasikan," tukasnya.
Pemerintah berharap peningkatan kuota BSPS di Jakarta dapat membantu mempercepat perbaikan rumah tidak layak huni sekaligus meningkatkan kualitas hunian masyarakat, dengan tetap mengedepankan transparansi dan pengawasan dalam pelaksanaannya.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media