Hukum dan Kriminal . 09/08/2026, 10:43 WIB
Penulis : Afdal Namakule | Editor : Afdal Namakule
fin.co.id - Sosok Saepul (26), tersangka pembunuhan disertai mutilasi terhadap pria berinisial K (51) di Depok, Jawa Barat, perlahan terungkap. Di balik kasus kriminal yang menggegerkan tersebut, Saepul ternyata memiliki sejumlah aktivitas sebelum ditangkap polisi.
Pria yang kini mendekam di Rutan Polda Metro Jaya itu diketahui sehari-hari berjualan pisang cokelat atau piscok di kawasan Stasiun Pondok Cina. Selain berdagang, Saepul juga pernah mencoba peruntungan di dunia hiburan dengan mengikuti ajang pencarian bakat dangdut di salah satu stasiun televisi.
Jejak tersebut terungkap dari sebuah akun TikTok yang diduga milik Saepul, @lindasaepull220. Dalam salah satu unggahan yang dibuat pada Desember 2025, terlihat Saepul mengikuti sebuah kompetisi dangdut yang ditayangkan di televisi.
Dalam video tersebut, Saepul tampil sebagai peserta ajang pencarian bakat. Ia juga sempat mengungkap alasan mengikuti kompetisi tersebut. Saat itu, Saepul menyebut keinginannya mengikuti ajang tersebut berkaitan dengan kondisi keluarganya, terutama untuk membantu sang ibu yang sehari-hari berjualan sayuran di pasar.
Kehidupan Saepul sebelum terseret kasus hukum juga disebut pernah bersinggungan dengan dunia pendidikan. Ia diketahui pernah bekerja sebagai tenaga pengajar di sebuah sekolah menengah pertama (SMP) di Pandeglang, Banten.
Setelah kasus pembunuhan dan mutilasi terjadi, Pandeglang kemudian menjadi tempat pelarian Saepul. Polisi menangkapnya di wilayah tersebut setelah melakukan pengejaran terhadap tersangka.
Sehari-hari Jualan Piscok
Di luar aktivitas yang pernah dijalaninya, Saepul diketahui mencari penghasilan dengan berjualan pisang cokelat.
Polda Metro Jaya membenarkan bahwa tersangka memang berprofesi sebagai pedagang. Hal itu disampaikan Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto ketika ditanya mengenai aktivitas Saepul berjualan piscok.
"Yang bersangkutan benar berdagang," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto saat menjawab pertanyaan apakah benar Saepul berdagang piscok di Silang Selatan Monas, Jakarta Pusat, Sabtu 8 Agustus 2026.
Namun, kehidupan Saepul berubah setelah dirinya diduga terlibat dalam pembunuhan Kunaefi. Polisi kini masih mendalami secara menyeluruh rangkaian peristiwa yang terjadi sebelum hingga setelah korban meninggal dunia.
Diduga Membunuh untuk Menguasai Harta Korban
Polisi mengungkap dugaan motif Saepul dalam menghabisi nyawa Kunaefi. Berdasarkan hasil penyidikan sementara, tersangka diduga membunuh korban dengan tujuan menguasai sepeda motor serta barang berharga milik korban.
Katimsus 3 Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya Ipda Breggy Yesaya Imanuel mengatakan penyidik menemukan dugaan bahwa tindakan tersebut telah direncanakan.
"Dari hasil penyidikan, Saepul diduga menghabisi nyawa korban karena ingin menguasai sepeda motor dan barang berharga milik Kunaefi," ujar Ipda Breggy di Mapolda Metro Jaya, Sabtu 8 Agustus 2026.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media