Pendidikan . 02/07/2026, 23:20 WIB
Penulis : Esnoe Faqih Wardhana | Editor : Esnoe Faqih Wardhana
fin.co.id — Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia (Kemendikdasmen) pada tahun 2026 bakal mengalokasikan anggaran khusus bagi 150.000 guru di seluruh tanah air agar bisa menempuh pendidikan strata 1 (S1). Langkah strategis tersebut bertujuan utama untuk mengerek kualifikasi sekaligus kualitas para pendidik di Indonesia.
Mendikdasmen Republik Indonesia, Prof. Abdul Mu’ti, membeberkan langsung rincian program ini saat berada di Pangkalpinang pada hari Kamis.
"Pada tahun ini, kita menyediakan beasiswa Rp3 juta per semester bagi masing-masing guru yang belum berpendidikan SI untuk mengikuti program pendidikan SI," tutur Abdul Mu’ti.
Pemerintah sengaja merancang program Pendidikan D4 atau S1 ini sebagai wujud komitmen nyata dalam membenahi standardisasi serta kompetensi guru di berbagai daerah.
Kemendikdasmen memprioritaskan bantuan pendidikan ini secara khusus bagi kelompok guru yang saat ini belum mengantongi ijazah D4 atau S1. Agar proses perkuliahan berjalan lebih efisien, pemerintah menerapkan sistem Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL). Melalui skema RPL tersebut, pengalaman kerja para guru di sekolah dapat dikonversi menjadi satuan kredit semester (SKS).
"Program ini dikhususkan bagi para guru yang belum berpendidikan D4 atau SI untuk mengikuti program pendidikan SI dengan sistem rekognisi pembelajaran lampau (RPL) yang disediakan beasiswa bagi para tenaga pengajar ini," jelas Abdul Mu’ti.
Program S1 massal ini menyasar langsung para guru yang masih memiliki latar belakang pendidikan Diploma 1 (D1), Diploma 2 (D2), serta Diploma 3 (D3). Melalui intervensi ini, Kemendikdasmen optimistis kualifikasi akademik para guru akan merata sesuai regulasi nasional.
Selain membiayai kuliah gratis lewat skema beasiswa, kementerian juga terus bergerak mematangkan kompetensi praktis para guru. Strategi peningkatan ini berjalan lewat pelaksanaan berbagai program pelatihan intensif di bidang akademik.
"Dalam meningkatkan kualifikasi guru ini, kita juga melakukan berbagai pelatihan bagi guru untuk meningkatkan kompetensi dan akademik para pahlawan tanda jasa ini," tambahnya.
Sepanjang tahun ini, Kemendikdasmen mengagendakan lima jenis pelatihan prioritas bagi para tenaga pengajar, yaitu:
Pengenalan teknologi digital dan agrikultur modern kini mulai menyentuh level dasar pendidikan. Abdul Mu'ti memaparkan rencana jangka panjang pemerintah mengenai integrasi kedua materi baru tersebut di sekolah-sekolah.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media