Kronologi Penggerebekan Bandar Sabu di Katingan Berujung Tragedi, 1 Polisi Gugur dan 2 Personel Hilang

news.fin.co.id - 03/07/2026, 08:38 WIB

Kronologi Penggerebekan Bandar Sabu di Katingan Berujung Tragedi, 1 Polisi Gugur dan 2 Personel Hilang

Penggerebekan Bandar Sabu di Katingan. (dok warga)

fin.co.id -  Operasi penindakan kasus narkotika di Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah, berakhir tragis. Seorang anggota Satresnarkoba Polres Katingan tewas, sementara dua personel lainnya belum ditemukan setelah tim kepolisian diserang massa bersenjata saat menggerebek lokasi yang diduga menjadi tempat peredaran sabu.

Korban meninggal dunia diketahui bernama Aipda Yudhi Perdana Putra. Hingga Kamis (2/7/2026), pencarian masih dilakukan terhadap Aiptu Sumariyanto dan Bripda Nopandri Ramadhana yang belum diketahui keberadaannya.

Kapolres Katingan AKBP Dodik Hartono membenarkan insiden tersebut dan menyebut proses pencarian masih terus berlangsung.

“Anggota yang meninggal dunia adalah Aipda Y. Sedangkan dua anggota lainnya, Aiptu S dan Bripda N, hingga saat ini masih dalam proses pencarian oleh tim gabungan,” ujar Dodik Hartono, Kamis 2 Juli 2026 siang.

Berawal dari Laporan Peredaran Sabu

Operasi dilakukan setelah Satresnarkoba Polres Katingan menerima laporan masyarakat mengenai dugaan maraknya peredaran sabu di Desa Tumbang Kalemei, Kecamatan Katingan Tengah, pada Rabu 1 Juli 2026.

Hasil penyelidikan mengarah kepada dua orang yang menjadi target operasi, yakni residivis kasus narkotika berinisial BIO dan rekannya, BUSU.

Sebanyak 12 personel kemudian diterjunkan ke lokasi pada malam hari. Tim tiba sekitar pukul 00.30 WIB dan langsung menjalankan rencana penangkapan.

“Ada sebanyak 12 personel dengan sembilan anggota melakukan penangkapan dan tiga lainnya bersiaga sebagai tim pendukung sekitar SMP setempat,” ujarnya.

Situasi Berubah Saat Massa Melawan

Penangkapan terhadap BIO sempat berjalan sesuai rencana. Namun kondisi berubah ketika sejumlah orang di dalam rumah melakukan perlawanan menggunakan senjata tajam.

Seorang pelaku menyerang Briptu Dedi dengan parang dari arah dapur, tetapi serangan tersebut berhasil diantisipasi. Tidak lama berselang, dua orang lainnya kembali menyerang Kasatresnarkoba menggunakan senjata serupa.

Karena ancaman terhadap keselamatan petugas terus meningkat, Aiptu Sumariyanto melepaskan tembakan peringatan. Saat serangan tetap berlanjut, polisi mengambil tindakan tegas terukur yang mengenai seorang penyerang bernama Teriyo (40). Teriyo kemudian meninggal dunia.

Kematian Teriyo memicu kemarahan keluarga dan warga sekitar. Massa berdatangan membawa parang, balok kayu hingga senjata api rakitan dan mengepung personel kepolisian yang masih berada di lokasi operasi.

Polisi Mundur, Dikejar Massa hingga Menyeberangi Sungai

Afdal Namakule
Afdal Namakule
Penulis

Jurnalis profesional sejak 2016 dengan spesialisasi isu Politik, News, dan Lifestyle. Menjabat sebagai Redaktur di FIN.CO.ID sejak 2018, ia juga aktif mengulas perkembangan teknologi terkini. Berdedikasi menyajikan informasi akurat dan kredibel bagi pembaca