Menghadapi jumlah massa yang jauh lebih besar, tim memutuskan mundur sambil meminta bantuan personel Polres Katingan dan Polsek Katingan Tengah.
Dalam proses penyelamatan, kendaraan polisi sempat dikejar sebuah mobil SUV berwarna silver dan dihadang kelompok bersenjata tajam. Sebagian anggota akhirnya berhasil mencapai Polsek Katingan Tengah.
Sementara itu, personel lain terpisah dan terjebak di sebuah pulau kecil. Demi menghindari kejaran massa, mereka mencoba menyeberangi sungai.
Saat berenang melawan arus yang deras, Aiptu Sumariyanto, Aipda Yudhi Perdana Putra, dan Bripda Nopandri Ramadhana mengalami kelelahan. Lima anggota lainnya berhasil mencapai daratan dan bersembunyi di kawasan hutan hingga akhirnya dievakuasi oleh tim bantuan.
Setelah situasi dinilai lebih aman, tim gabungan melakukan penyisiran di sekitar lokasi. Dalam pencarian tersebut, Aipda Yudhi Perdana Putra ditemukan meninggal dunia di atas sebuah lanting dengan luka bacok serius pada bagian kepala.
Pencarian Dua Anggota Terus Dilanjutkan
Hingga Kamis 2 Juli, Polres Katingan bersama Polda Kalimantan Tengah masih melakukan pencarian terhadap Aiptu Sumariyanto dan Bripda Nopandri Ramadhana. Penyisiran difokuskan di sepanjang aliran sungai serta area sekitar lokasi kejadian.
Selain operasi pencarian, kepolisian juga memperkuat pengamanan di Desa Tumbang Kalemei. Penyelidikan terhadap pelaku penyerangan anggota polisi dan pengembangan kasus dugaan peredaran narkotika masih terus dilakukan. *