Ekonomi . 04/07/2026, 21:04 WIB
Penulis : Derry Sutardi | Editor : Derry Sutardi
fin.co.id - PT Pertamina (Persero) berhasil menorehkan kinerja keuangan yang impresif sepanjang Tahun Buku 2025. Perusahaan energi pelat merah tersebut membukukan laba bersih sebesar Rp55,2 triliun.
Sebuah pencapaian yang dinilai menjadi bekal kuat untuk menghadapi tantangan industri energi pada 2026 yang masih dibayangi ketidakpastian ekonomi dan gejolak geopolitik global.
Capaian tersebut diputuskan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan Tahun Buku 2025 yang digelar pada 23 Juni 2026.
Selain mencatatkan keuntungan besar, Pertamina juga memperlihatkan kontribusi signifikan terhadap perekonomian nasional melalui pembayaran pajak, investasi, hingga penguatan ketahanan energi Indonesia.
Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron, mengatakan hasil positif tersebut merupakan buah dari kerja keras seluruh jajaran perusahaan serta dukungan pemerintah dan masyarakat.
Menurut Baron, keberhasilan membukukan laba puluhan triliun rupiah menjadi modal penting bagi Pertamina untuk menghadapi dinamika industri energi yang diperkirakan masih penuh tantangan pada tahun 2026.
"Pertamina telah melaksanakan RUPS Tahunan 2025 dengan membukukan laba sebesar Rp55,2 triliun. Hasil ini menjadi dorongan bagi kami agar dapat menghadapi 2026 dengan lebih baik di tengah gejolak geopolitik yang memengaruhi industri energi global," ujar Muhammad Baron usai peluncuran Anugerah Jurnalistik Pertamina (AJP) 2026 di Jakarta.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah, dewan komisaris, direksi, seluruh pekerja Pertamina, hingga masyarakat yang telah mendukung berbagai program perusahaan sepanjang tahun lalu.
Berdasarkan Laporan Tahunan Tahun Buku 2025, Pertamina mencatatkan sejumlah indikator keuangan yang menunjukkan pertumbuhan positif.
Sepanjang tahun 2025, perusahaan membukukan:
Pendapatan: 70,89 miliar dolar AS atau sekitar Rp1.167,99 triliun
EBITDA: 11,43 miliar dolar AS atau sekitar Rp188,33 triliun
Laba bersih: 3,35 miliar dolar AS atau sekitar Rp55,2 triliun
Kinerja tersebut menunjukkan bahwa Pertamina mampu menjaga fundamental bisnis tetap kuat meski pasar energi dunia menghadapi tekanan akibat konflik geopolitik, fluktuasi harga minyak mentah, hingga ketidakpastian ekonomi global.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media