Ekonomi . 04/07/2026, 21:04 WIB
Penulis : Derry Sutardi | Editor : Derry Sutardi
Tidak hanya menghasilkan keuntungan besar, Pertamina juga memberikan kontribusi yang signifikan bagi penerimaan negara.
Sepanjang 2025, perusahaan menyumbang sekitar Rp360,76 triliun melalui berbagai komponen, meliputi:
Pajak
Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP)
Dividen kepada pemerintah
Selain itu, Pertamina juga terus memperkuat investasi di dalam negeri.
Nilai investasi yang direalisasikan mencapai sekitar Rp97,2 triliun, sedangkan belanja produk dalam negeri tercatat sebesar Rp531,5 triliun. Langkah tersebut dinilai turut mendorong pertumbuhan industri nasional sekaligus meningkatkan penggunaan produk lokal.
Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Simon Aloysius Mantiri, mengatakan keberhasilan perusahaan bukan hanya tercermin dari sisi keuangan, tetapi juga dari kemampuan menjaga pasokan energi nasional.
Sepanjang 2025, Pertamina berhasil mempertahankan produksi minyak dan gas bumi di atas 1 juta barel setara minyak per hari (BOEPD).
Di sisi hilir, perusahaan juga memasok sekitar 70 persen kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) nasional, sehingga tetap menjadi tulang punggung ketahanan energi Indonesia.
Menurut Simon, capaian tersebut membuktikan bahwa Pertamina mampu menjaga keseimbangan antara pertumbuhan bisnis, pelayanan masyarakat, dan stabilitas pasokan energi.
Selain fokus pada bisnis migas, Pertamina juga terus menjalankan agenda transisi energi yang menjadi bagian dari strategi jangka panjang perusahaan.
Selama 2025, berbagai program dekarbonisasi berhasil menurunkan emisi karbon hingga 2,27 juta ton CO₂e.
Program tersebut dilakukan melalui peningkatan efisiensi operasional, pengembangan energi baru dan terbarukan, serta berbagai inisiatif ramah lingkungan yang mendukung target pengurangan emisi nasional.
Pertamina menilai upaya tersebut akan terus diperkuat pada 2026 agar perusahaan tetap kompetitif di tengah perubahan tren industri energi global.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media