Nasional . 05/07/2026, 21:46 WIB
Penulis : Derry Sutardi | Editor : Derry Sutardi
Ringkasan :
fin.co.id - Langkah pemerintah Indonesia dalam merespons kematian Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, menuai kritik tajam dari mantan Wakil Menteri Luar Negeri RI, Dino Patti Djalal.
Dino terang-terangan mempertanyakan arah politik luar negeri Indonesia yang bebas aktif, pasca absennya delegasi resmi dari Indonesia dalam rangkaian upacara pemakaman Khamenei yang berlangsung di Iran.
Ia menyayangkan sikap pemerintah yang hanya mengutus Duta Besar RI untuk Iran dan Turkmenistan, Rolliansyah Soemirat, untuk memberikan penghormatan terakhir.
Padahal, informasi yang beredar menyebutkan bahwa Iran telah mengundang pemerintah Indonesia untuk mengirimkan delegasi resmi.
Kematian Ayatollah Ali Khamenei, yang tewas akibat serangan gabungan Amerika Serikat (AS) dan Israel pada Jumat (28/2/2026) lalu, memicu serangkaian upacara pemakaman yang digelar mulai 3 hingga 9 Juli 2026 di berbagai kota di Iran.
Jenazah ulama Syiah Iran yang meninggal di usia 86 tahun tersebut rencananya dimakamkan di kota kelahirannya, Mashhad, pada Kamis (9/7/2026).
Namun, kehadiran Indonesia dalam momen penting ini hanya sebatas perwakilan Duta Besar.
Melalui akun Instagram pribadinya, @dinopattidjalal, Dino Patti Djalal membandingkan sikap Indonesia dengan negara-negara lain yang turut hadir dalam upacara penghormatan terakhir Ayatollah Ali Khamenei.
Dalam unggahannya pada Minggu (5/7/2026), Dino menyertakan infografis yang menunjukkan daftar negara yang mengirimkan delegasi resmi.
Daftar tersebut mencakup negara-negara seperti Rusia, China, Pakistan, India, Turkiye, Irak, Mesir, Malaysia, dan masih banyak lagi.
Yang mengejutkan, nama Indonesia justru tidak tercantum dalam daftar tersebut.
Situasi ini membuat Dino melontarkan pertanyaan retoris yang menusuk: "Apakah politik luar negeri kita yang bebas aktif itu sudah luntur?"
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media