Internasional . 05/07/2026, 20:44 WIB

Ukraina Klaim Berhasil Tekan Rusia, Hampir 40 Ribu Tentara Jadi Korban dalam Sebulan

Penulis : Derry Sutardi  |  Editor : Derry Sutardi

fin.co.id - Konflik berkepanjangan antara Rusia dan Ukraina kembali memasuki babak baru. Laporan terbaru dari militer Ukraina menyebut Rusia mengalami kerugian besar sepanjang Juni 2026, baik dari sisi jumlah personel maupun laju operasi militer di garis depan.

Menurut data yang dikutip dari Institute for the Study of War (ISW), hampir 40.000 personel Rusia dilaporkan tewas atau menjadi korban dalam satu bulan. Pada saat yang sama, kemampuan Rusia merebut wilayah baru disebut mengalami perlambatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.

Meski demikian, perlu dicatat bahwa angka korban yang disampaikan berasal dari klaim militer Ukraina dan analisis lembaga independen. Pihak Rusia belum memberikan konfirmasi resmi mengenai jumlah korban tersebut.

ISW mencatat, sepanjang Juni 2026 pasukan Rusia hanya mampu memperluas wilayah yang dikuasai dengan rata-rata sekitar 1,03 kilometer persegi per hari.

Angka tersebut turun drastis jika dibandingkan dengan rata-rata 16,6 kilometer persegi per hari yang dicapai Rusia pada paruh pertama 2025.

Menurut ISW, perlambatan ini menunjukkan bahwa operasi ofensif Rusia menghadapi tantangan yang semakin besar, terutama dalam upaya merebut seluruh wilayah Donetsk yang masih berada di bawah kendali Ukraina.

Bahkan, berdasarkan perhitungan lembaga tersebut, apabila laju saat ini tidak berubah, Rusia diperkirakan membutuhkan waktu sekitar 14 tahun untuk menguasai seluruh sisa wilayah Donetsk.

Analisis ISW juga menunjukkan bahwa keuntungan teritorial Rusia selama enam bulan pertama 2026 jauh lebih kecil jika dibandingkan dengan intensitas pertempuran yang terjadi.

Apabila infiltrasi yang belum menghasilkan penguasaan permanen dikeluarkan dari perhitungan serta keberhasilan serangan balasan Ukraina diperhitungkan, keuntungan bersih Rusia hanya sekitar 97 kilometer persegi sepanjang Januari hingga Juni 2026.

Temuan tersebut mengindikasikan bahwa biaya militer yang harus dikeluarkan Rusia semakin besar dibandingkan wilayah yang berhasil dikuasai.

Ukraina Andalkan Drone dan Rudal Jarak Jauh

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menyatakan negaranya mampu memperlambat laju serangan Rusia berkat peningkatan produksi drone serta pengembangan rudal jarak jauh buatan dalam negeri.

Menurut Zelenskyy, strategi Ukraina kini lebih banyak berfokus pada penghancuran jalur logistik Rusia.

Target serangan meliputi:

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com