Megapolitan . 08/07/2026, 19:46 WIB
Penulis : Mihardi | Editor : Mihardi
fin.co.id - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mencatat capaian baru melalui program khitanan massal yang digelar di Balai Kota Jakarta, Rabu, 8 Juli 2026. Kegiatan tersebut berhasil menarik 2.445 peserta dan mengantarkan Pemprov DKI Jakarta meraih penghargaan dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI).
Program sosial ini merupakan hasil kolaborasi antara Pemprov DKI Jakarta melalui dukungan tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) PAM JAYA bersama Tim Penggerak (TP) PKK DKI Jakarta. Sebelumnya, kegiatan khitanan massal berlangsung di enam wilayah administrasi Jakarta sejak 23 Juni hingga 8 Juli 2026 dengan target awal sebanyak 2.000 anak.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyampaikan bahwa jumlah peserta yang melampaui target menunjukkan tingginya kebutuhan masyarakat terhadap layanan kesehatan yang mudah dijangkau. Menurutnya, keberhasilan program tersebut juga menjadi bukti kuatnya kerja sama antara pemerintah, badan usaha milik daerah (BUMD), serta berbagai pihak terkait.
"Kami melihat antusiasme masyarakat sangat tinggi. Jumlah peserta mencapai 2.445 orang, melampaui target awal sebanyak 2.000 peserta. Ini menjadi evaluasi bahwa program pelayanan kesehatan seperti ini memang dibutuhkan masyarakat. Sinergi lintas sektor seperti inilah yang ingin terus kita bangun untuk menghadirkan manfaat nyata bagi warga Jakarta," ujarnya.
Pramono menilai penghargaan Rekor MURI bukan hanya menjadi bentuk apresiasi, tetapi juga dorongan bagi pemerintah untuk memperluas cakupan pelayanan publik. Ia menegaskan bahwa akses kesehatan yang berkualitas, mudah dijangkau, dan merata menjadi salah satu aspek penting dalam menciptakan masyarakat Jakarta yang sehat serta produktif.
"Bagi kami, layanan kesehatan yang mudah diakses, berkualitas, dan berkeadilan merupakan bagian penting dalam membangun masyarakat yang sehat, produktif, dan berdaya. Program seperti Khitanan Massal ini menjadi salah satu bentuk kehadiran pemerintah dalam membantu meringankan beban masyarakat sekaligus meningkatkan kualitas kesehatan anak," katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Pramono turut menyampaikan apresiasi kepada PAM JAYA, TP PKK Provinsi DKI Jakarta, Daya Wanita PAM JAYA, Komunitas Kebaya Jakarta, serta para tenaga kesehatan yang terlibat dalam menyukseskan kegiatan tersebut.
Menyambut usia Jakarta yang akan memasuki 500 tahun pada 2027, Pramono berharap program khitanan massal dapat diperluas dengan target peserta mencapai 5.000 anak.
"Tahun depan Jakarta menyambut usia lima abad. Saya meminta kepada PAM JAYA agar mulai mempersiapkannya dari sekarang. Kalau bisa, jumlah peserta khitanan massal mencapai 5.000 anak. Semakin banyak program sosial yang lahir dari semangat gotong royong, semakin besar pula manfaat yang dirasakan masyarakat," tuturnya.
Ia juga mendorong agar kerja sama antarinstansi terus ditingkatkan sehingga semakin banyak program sosial yang dapat memberikan manfaat langsung bagi warga. Menurutnya, sebagai kota global, Jakarta perlu menghadirkan pelayanan publik yang semakin inklusif dan berkualitas.
Selain program khitanan massal, Pemprov DKI Jakarta juga menyiapkan sejumlah layanan publik menjelang peringatan Hari Ulang Tahun ke-500 Jakarta. Beberapa program yang direncanakan antara lain penerapan tarif transportasi umum sebesar Rp1 serta pemberian akses gratis ke sejumlah destinasi wisata milik Pemprov DKI Jakarta selama lima hari masa perayaan.
Pramono berharap berbagai kebijakan tersebut dapat memperluas kesempatan masyarakat dalam menikmati layanan kota sekaligus memberikan dampak positif terhadap aktivitas ekonomi.
Sementara itu, Direktur Utama PAM JAYA Arief Nasrudin menyebut khitanan massal merupakan salah satu program CSR yang terus dikembangkan setiap tahun. Ia mengatakan, program yang sebelumnya hanya menjangkau sekitar 150 peserta kini telah berkembang hingga melayani lebih dari 2.000 anak.
"Khitanan massal ini benar-benar menjadi bagian dari tanggung jawab sosial PAM JAYA yang terus kami perkuat.
Tahun ini, alhamdulillah jumlah peserta telah melampaui 2.000 anak. Ini menjadi bukti bahwa kolaborasi bersama TP PKK Provinsi DKI Jakarta dan berbagai pemangku kepentingan mampu menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat," ungkapnya.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media