Nasional . 25/07/2026, 06:55 WIB
Penulis : Afdal Namakule | Editor : Afdal Namakule
fin.co.id - Presiden Prabowo Subianto melontarkan kritik keras kepada sejumlah pihak yang dinilainya terus membangun narasi pesimistis terhadap kondisi Indonesia. Dalam pernyataannya, Prabowo menyinggung wartawan, pengamat, hingga lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang disebut kerap mencari-cari kesalahan pemerintah.
Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat menghadiri peringatan Hari Lahir (Harlah) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Kamis 23 Juli 2026.
Menurut Prabowo, kritik merupakan hal yang wajar dalam negara demokrasi. Namun, ia menilai ada kelompok tertentu yang justru lebih mengedepankan kepentingan pihak asing dibanding kepentingan nasional.
Dalam pidatonya, Prabowo menyebut kelompok tersebut sebagai "londo ireng", istilah yang merujuk pada pihak-pihak yang dahulu berpihak kepada Belanda saat melawan bangsa sendiri.
"Kita negara demokrasi. Kita tidak anti kritik. Tapi kita bukan anak kecil. Kita tahu ada orang-orang Indonesia yang senang mengabdi dan berbakti kepada bangsa lain. Itu yang dulu kita sebut londo ireng, ya. Yang ikut Belanda perang lawan kita."
"Londo-londo ireng ini sampai sekarang masih ada. Hanya dia sekarang pakai baju lain. Wartawan, jurnalis, apa itu, pengamat, LSM," ujar Prabowo.
Prabowo juga menyoroti narasi yang menyebut Indonesia akan mengalami keruntuhan. Menurutnya, isu tersebut terus diulang setiap bulan, tetapi tidak pernah terbukti.
Ia menilai kampanye semacam itu tidak mencerminkan sikap nasionalis dan hanya bertujuan melemahkan kepercayaan masyarakat terhadap negara.
Presiden turut mempertanyakan independensi sejumlah LSM yang selama ini aktif mengkritik pemerintah. Ia meminta publik mempertanyakan sumber pendanaan lembaga-lembaga tersebut.
"LSM harus kita tanya. Yang gaji lo siapa? Yang bayar listrik lo siapa? Yang bayar handphone lo siapa? Cari kerjaan susah, kita tahu kan," tegas Prabowo di hadapan ribuan kader PKB.
Prabowo mengatakan pemerintah memahami adanya upaya untuk menggoyahkan kepercayaan publik melalui berbagai narasi negatif.
"Jadi saudara-saudara, kita paham ada kampanye besar untuk kita goyah. Indonesia akan kolaps. Bulan April akan kolaps. Eh April lewat, enggak kolaps. Bulan Mei akan kolaps. Bulan Mei lewat, enggak. Bulan Juni akan kolaps. Bulan Juli akan kolaps. Tiap bulan akan kolaps," papar Prabowo.
Selain itu, Prabowo menilai masih ada media yang tidak memberikan pemberitaan secara berimbang terkait capaian pemerintah. Ia mencontohkan perbaikan puluhan ribu sekolah yang menurutnya kurang mendapat sorotan.
"Ada juga media-media yang, ya kan, walaupun kita sudah perbaiki 27 ribu sekolah, dia cari sekolah yang belum diperbaiki, dia taruh di halaman pertama. Dia kira kita enggak ngerti," kata Presiden.
Prabowo kemudian mengibaratkan sikap para pengkritik tersebut seperti suporter yang justru menjatuhkan semangat tim yang sedang bertanding.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media