Internasional . 25/07/2026, 07:09 WIB
Penulis : Afdal Namakule | Editor : Afdal Namakule
fin.co.id - Seorang Pengeran Kerajaan Arab Saudi ditemukan meninggal dunia di sebuah kamar hotel mewah yang berlokasi di London, Inggris.
Berdasarkan hasil pemeriksaan koroner, pria tersebut menghembuskan napas terakhir setelah mengonsumsi campuran alkohol serta sejumlah obat-obatan.
Pihak berwenang memastikan bahwa kematian ini murni merupakan kecelakaan akibat konsumsi berbagai zat berbahaya, bukan tindakan bunuh diri.
Melansir pemberitahuan Evening Standard, pada Jumat, 24 Juli 2026, sosok tersebut adalah Pangeran Abdullah bin Fahad bin Abdullah bin Abdulaziz bin Jalawi Al Saud.
Tubuh Pangeran Abdullah ditemukan sudah tak bernyawa di dalam kamar mandi Hotel Marriott yang berada di kawasan Kensington, London Barat, pada 25 November tahun lalu.
Meski peristiwanya terjadi beberapa bulan lalu, rincian dan penyebab kematian sang pangeran baru diungkap secara resmi oleh media-media Inggris pada Kamis, 23 Juli 2026.
Berdasarkan fakta yang terungkap di Inner West London Coroner's Court, pria yang baru berusia 29 tahun itu telah menginap di hotel berbintang lima tersebut sejak 19 November untuk rencana masa tinggal selama satu pekan.
Rekaman kamera pengawas (CCTV) memperlihatkan momen terakhir Abdullah terlihat hidup, yaitu pada malam hari sebelum kematiannya saat ia melangkah keluar hotel sejenak untuk merokok.
Keesokan harinya, kecurigaan mulai timbul ketika seorang petugas kebersihan mendapati pintu kamar di lantai lima tersebut berada dalam kondisi terkunci rapat dari dalam. Saat berhasil diakses, Pangeran Abdullah ditemukan tergeletak kaku di lantai kamar mandi dalam keadaan masih mengenakan pakaian lengkap.
Seketika itu juga, petugas keamanan hotel dan tim ambulans dipanggil ke lokasi kejadian untuk memberikan pertolongan darurat. Namun sayang, seluruh upaya resusitasi yang dilakukan oleh petugas medis tidak membuahkan hasil, hingga akhirnya ia dinyatakan meninggal dunia di lokasi tersebut.
Hasil uji toksikologi laboratorium mengungkap tingginya kadar alkohol dalam darah Abdullah yang mencapai 222 mg etanol per 100 ml darah. Angka ini hampir tiga kali lipat melampaui batas legal mengemudi yang ditetapkan di Inggris, yaitu sebesar 80 mg per 100 ml darah.
Kadar alkohol setinggi itu berada pada tingkat ekstrem yang sangat berpotensi menyebabkan seseorang mengalami koma.
Tak berhenti di situ, pemeriksaan medis juga menemukan adanya kadar tinggi Gamma-hydroxybutyrate (GHB) atau yang populer dikenal masyarakat sebagai party drug, dengan tingkat konsentrasi yang berpotensi mematikan.
Selain itu, di dalam tubuhnya turut terdeteksi jejak kandungan ganja, alprazolam (Xanax) dalam dosis rekreasional, serta beberapa jenis obat antikecemasan lainnya dalam dosis terapi.
Jauh sebelum insiden tragis ini terjadi, Abdullah dilaporkan memang memiliki riwayat panjang terkait penyalahgunaan alkohol dan obat Xanax.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media