Viral . 26/07/2026, 07:54 WIB

Video Viral TNI Dobrak Kantor Bupati Intan Jaya, Ini Penjelasan Koops Habema

Penulis : Afdal Namakule  |  Editor : Afdal Namakule

fin.co.id - Komando Operasi (Koops) TNI Habema membantah tudingan yang menyebut personelnya terlibat dalam aksi pengambilan komputer di Kantor Bupati Intan Jaya, Papua, sebagaimana narasi yang beredar luas di media sosial.

Kepala Penerangan Koops TNI Habema Letkol (Inf.) Wirya Arthadiguna mengatakan pihaknya telah melakukan penelusuran bersama instansi terkait untuk memastikan kebenaran informasi tersebut. Hasil verifikasi menunjukkan bahwa narasi yang beredar tidak sesuai dengan fakta di lapangan.

"Koops TNI Habema bersama pihak terkait segera melakukan penelusuran dan verifikasi. Berdasarkan hasil klarifikasi yang telah dilakukan, kami menegaskan bahwa narasi yang beredar tidak sesuai dengan fakta," kata Wirya dalam keterangan pers yang diterima di Jakarta, Sabtu 25 Juli 2026.

Menurut Wirya, video yang kini kembali viral sebenarnya merupakan dokumentasi lama dari peristiwa pada 2021. Rekaman itu memperlihatkan kegiatan pemeriksaan keamanan di Kantor Bupati Intan Jaya yang dilakukan Satgas Yonif 501/BY.

Video tersebut sempat diunggah oleh sejumlah akun media sosial, salah satunya akun Instagram @kata_rakyat.

Ia menjelaskan, saat itu personel satgas mendatangi kantor bupati setelah menerima laporan dari salah seorang aparatur sipil negara (ASN) Pemerintah Kabupaten Intan Jaya terkait kondisi keamanan.

Dalam video tampak personel TNI mendobrak pintu salah satu ruangan kantor. Namun, Wirya menegaskan tindakan tersebut bukan untuk mengambil komputer seperti yang dinarasikan dalam unggahan media sosial.

"Pada saat itu, beberapa pintu ruangan dibuka karena tidak dapat diakses. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kondisi bangunan serta mengamankan fasilitas perkantoran, bukan untuk melakukan tindakan melawan hukum sebagaimana narasi yang saat ini berkembang," jelas Wirya.

Ia juga memastikan persoalan yang terjadi pada 2021 telah diselesaikan secara musyawarah oleh pihak-pihak berwenang saat itu, yakni Danrem 173/PVB Brigjen TNI Taufan Gestoro bersama Bupati Intan Jaya Natalis Tabuni, termasuk penyelesaian terhadap fasilitas yang mengalami kerusakan.

Sementara itu, Wirya mengakui memang terdapat dugaan pembobolan dan pencurian di sejumlah ruangan Kantor Bupati Intan Jaya pada Jumat (24/7), berdasarkan keterangan Pemerintah Kabupaten Intan Jaya. Namun, ia menegaskan peristiwa tersebut berbeda dengan kejadian pada 2021 yang melibatkan personel TNI.

Menurutnya, dugaan tindak pidana yang terjadi pada Jumat itu masih dalam proses penyelidikan oleh Polres Intan Jaya.

"Dengan demikian, mengaitkan video dokumentasi tahun 2021 dengan dugaan tindak pidana pada tahun 2026 merupakan informasi yang tidak sesuai dengan hasil verifikasi yang telah kami lakukan," ujar Wirya.

Koops TNI Habema pun mengimbau masyarakat agar tidak mudah mempercayai maupun menyebarkan informasi yang belum dipastikan kebenarannya, sehingga tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat. *

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com