Nasional . 28/07/2026, 09:13 WIB
Penulis : Afdal Namakule | Editor : Afdal Namakule
fin.co.id – Mantan Staf Khusus Menteri Keuangan era Sri Mulyani, Yustinus Prastowo, menyoroti hasil survei terbaru Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) yang menunjukkan memburuknya persepsi masyarakat terhadap kondisi ekonomi nasional.
Melalui pernyataannya, Prastowo mengingatkan bahwa pergantian Menteri Keuangan dari Sri Mulyani kepada Purbaya Yudhi Sadewa pada 8 September 2025 diiringi janji untuk memperbaiki arah perekonomian Indonesia.
"Pada 8 September 2025, terjadi pergantian Menkeu dari Sri Mulyani ke Purbaya Yudhi Sadewa. Salah satu komentar yang disampaikan Pak Purbaya saat itu adalah ekonomi kita salah arah, dan demo Agustus adalah cermin kondisi itu. Ia menjanjikan kebangkitan dan perbaikan ekonomi Indonesia," tulis Prastowo dikutip dari akun X miliknya, Selasa 28 Juli 2026.
Namun, menurutnya, setelah sekitar 10 bulan berlalu, hasil survei SMRC justru menunjukkan penilaian publik terhadap kondisi ekonomi mengalami penurunan.
"Kini, 10 bulan berlalu. Survei SMRC menunjukkan hasil mengejutkan. 49,4% warga menilai kondisi ekonomi buruk/sangat buruk. Tren penilaian menunjukkan pemburukan, dari 22,7% di Nov 2025 menjadi 49,4% di Juli 2026," ujarnya.
Prastowo juga menyoroti persepsi masyarakat mengenai kondisi ekonomi dibandingkan tahun sebelumnya.
"Terdapat 45,8% warga yg menilai kondisi ekonomi sekarang lebih buruk/jauh lebih buruk dibanding tahun lalu. Sentimen positif thd kondisi ekonomi turun tajam, dari 45,2% di Nov 2025 menjadi 19,7% di Juli 2026," katanya.
Ia berharap kondisi ekonomi nasional dapat segera membaik, terutama bagi masyarakat kecil dan menengah.
"Sebagai warga biasa, tentu saya berharap terjadi perbaikan kondisi ekonomi. Kasihan rakyat kecil-menengah. Survei ini juga beresonansi dg penilaian berbagai lembaga internasional yang kerap dirisak hanya karena hasilnya kurang sesuai selera, dan juga berkorelasi dg pelemahan nilai tukar rupiah dan IHSG. Selamat bekerja keras untuk Tim Ekonomi Kabinet Merah Putih!" tulis Prastowo.
Hasil survei SMRC yang dipublikasikan pada Juli 2026 memang menunjukkan persepsi publik terhadap ekonomi memburuk dalam sembilan bulan terakhir. Sebanyak 49,4 persen responden menilai kondisi ekonomi Indonesia berada dalam kategori buruk atau sangat buruk, naik signifikan dibandingkan 22,7 persen pada November 2025. Sementara itu, hanya 15,7 persen responden yang menilai kondisi ekonomi baik atau sangat baik. Survei tersebut dilakukan pada 5–19 Juli 2026 terhadap 749 responden dengan margin of error sekitar ±3,7 persen.
Temuan SMRC juga menunjukkan sebanyak 45,8 persen masyarakat menilai kondisi ekonomi saat ini lebih buruk dibandingkan setahun lalu. Penilaian tersebut menjadi salah satu faktor yang berkorelasi dengan turunnya tingkat kepuasan publik terhadap pemerintah dalam survei yang sama. *
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media