Ekonomi . 04/08/2026, 18:05 WIB
Penulis : Esnoe Faqih Wardhana | Editor : Esnoe Faqih Wardhana
fin.co.id - Pertumbuhan penjualan mobil menjadi salah satu indikator penting yang menunjukkan permintaan dan daya beli di pasar domestik tetap terjaga. Hal itu diungkapkan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa
Saat menghadiri pameran Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 di Tangerang, Banten, Selasa, Menkeu menyebut penjualan mobil tumbuh 32,9 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) pada Juni 2026, sementara penjualan sepeda motor tumbuh 1,1 persen (yoy).
“Kami memonitor setiap variabel yang menunjukkan kondisi ekonomi saat ini maupun ke depan dan bertindak secara cepat untuk memastikan pertumbuhan ekonomi tidak terpengaruh oleh perkembangan negatif di pasar,” ujar Purbaya.
Selain pertumbuhan penjualan kendaraan bermotor, Menkeu juga merujuk data indikator aktivitas ekonomi domestik lainnya yang juga menunjukkan penguatan.
Berikut deretan data indikator ekonomi domestik pada Juni 2026 yang dicatat oleh pemerintah:
Purbaya meyakini berbagai indikator tersebut menunjukkan bahwa fondasi ekonomi Indonesia tetap kuat.
“Pemerintah akan terus menjaga momentum pertumbuhan melalui kebijakan fiskal yang responsif sehingga permintaan domestik tetap menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi nasional,” katanya menambahkan.
Bendahara negara juga menyoroti pentingnya peran industri otomotif sebagai salah satu motor penggerak perekonomian nasional. Menurutnya, industri ini tidak hanya mendorong konsumsi masyarakat, tetapi juga memberikan efek berganda terhadap sektor manufaktur, investasi, dan penyerapan tenaga kerja.
Oleh karena itu, ia menggarisbawahi pentingnya sinergi antara regulasi pemerintah dan kesiapan pelaku industri di bawah naungan Gaikindo untuk memperkuat daya saing industri otomotif nasional. Kolaborasi tersebut dinilai menjadi kunci dalam menjaga momentum pertumbuhan industri sekaligus mengakselerasi transformasi menuju kendaraan berteknologi rendah emisi.
"Tantangan ke depan bukan lagi hanya mendorong adopsi kendaraan listrik, tetapi juga memaksimalkan nilai tambah domestik, investasi, penciptaan lapangan kerja, serta memperkuat daya saing industri nasional,” tuturnya.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media