Megapolitan . 05/08/2026, 21:25 WIB
Penulis : Mihardi | Editor : Mihardi
fin.co.id - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo menetapkan status kewaspadaan tinggi menghadapi ancaman kemarau panjang akibat fenomena El Nino. Berdasarkan proyeksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), kondisi kering kerontang ini diprediksi membendung wilayah Jakarta hingga pertengahan Oktober 2026.
Merespons potensi bencana yang mengintai, Pramono menginstruksikan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk bergerak cepat memitigasi krisis air bersih, ancaman kebakaran pemukiman, hingga potensi lonjakan penyakit ISPA.
Langkah Tanggap Darurat Bencana Kemarau:
Operasi Hujan Buatan Rutin :
Pramono memberi hijau untuk pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) secara berkala. Pemprov DKI berkolaborasi dengan BPBD, BNPB, dan BMKG untuk menyemai awan.
"Saya sudah memberikan persetujuan untuk kalau bisa setiap minggu itu satu-dua kali dibuat hujan buatan atau modifikasi cuaca. Karena ini akan berlangsung lama," ujar Pramono di Balai Kota Jakarta, Rabu, 5 Agustus 2026.
Siaga Kebakaran di Pemukiman Padat :
Menyadari tingginya risiko kebakaran akibat suhu kering, Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) diminta mempercepat pengadaan sarana pemadam tingkat tapak.
"Saya minta untuk setiap RW persiapan APAR, alat untuk pemadam kebakarannya dipersiapkan dari sekarang karena ini pasti cepat atau lambat karena suasananya kering," tegasnya.
Penanganan Risiko ISPA :
Guna membendung lonjakan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) akibat memburuknya kualitas udara dan debu kemarau, Dinas Kesehatan (Dinkes) diperintahkan gencar melakukan sosialisasi pencegahan dan penanganan kesehatan kepada warga.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media