Internasional . 09/08/2026, 23:01 WIB
Penulis : Esnoe Faqih Wardhana | Editor : Esnoe Faqih Wardhana
Di tengah ketegangan tersebut, Menteri Luar Negeri Turki pada hari Sabtu mengatakan bahwa ia berharap Mesir bergabung dalam kesepakatan pertahanan bersama antara Turki, Arab Saudi, dan Pakistan. Kesepakatan tersebut dirancang untuk membantu menstabilkan kawasan.
Menteri Luar Negeri Hakan Fidan menyebut Mesir sebagai "mitra alami dalam segala isu". Ia berharap Kairo dapat bergabung dalam kesepakatan tersebut pada tahap berikutnya.
"Saya yakin bahwa pada tahap berikutnya, Mesir juga akan bergabung dengan kami dalam aliansi ini. Kami sudah bertindak satu sama lain seolah-olah kami adalah anggota aliansi," ujar Menteri Luar Negeri Hakan Fidan dalam sebuah wawancara.
Perkembangan itu muncul setelah sebuah pesawat nirawak atau drone menghantam aset AS di sebuah pelabuhan Mesir di Laut Tengah bulan lalu. Insiden tersebut menandai serangan drone pertama di wilayah Mesir sejak pecahnya perang Iran.
Fidan menegaskan bahwa kesepakatan pertahanan tersebut tidak menargetkan negara tertentu. Ia juga menjelaskan bahwa tidak ada ancaman bersama yang secara khusus tercantum dalam kesepakatan tersebut.
"Tidak ada ancaman bersama yang kami cantumkan secara tertulis," ujarnya, sebagaimana dilaporkan oleh kantor berita tersebut.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media