Netanyahu Tolak Rencana AS di Gaza, Perbedaan Sikap dengan Trump Mulai Terlihat
Netanyahu menolak rencana Gaza yang didukung Hamas dan AS, memicu perbedaan sikap dengan Trump di tengah persiapan pemilu Israel.
Kepala badan bentukan Trump yang menjalankan rencana tersebut, yang dijuluki Dewan Perdamaian (Board of Peace), membela rencana itu sebagai langkah untuk mencegah terulangnya peristiwa 7 Oktober.
"Opsi yang kami tawarkan hari ini adalah satu-satunya jalan ke depan yang menjamin tragedi ini tidak akan terjadi lagi," ujar Nickolay Mladenov, perwakilan tinggi dewan tersebut untuk urusan Gaza, kepada saluran televisi Israel, Channel 12.
Mladenov mengatakan dirinya mengharapkan "hasil positif" dari diskusi lanjutan dengan Israel. Ia juga menggambarkan tahap terbaru kesepakatan tersebut sebagai komitmen yang melibatkan Amerika Serikat, Hamas, dan Dewan Perdamaian, tanpa menyertakan Israel.
Mladenov kembali menegaskan bahwa Israel tidak akan memikul kewajiban apa pun sampai Hamas menyerahkan seluruh senjatanya, termasuk senapan Kalashnikov. Namun, ia juga menyatakan bahwa pada akhirnya Israel harus menarik diri dari Gaza.
Baca Juga
Sementara itu, Hamas yang secara terbuka mendukung rencana tersebut beberapa hari setelah menunjuk pemimpin baru, Khalil al-Hayya, mendesak Washington untuk menekan Netanyahu. Kelompok tersebut meminta Amerika Serikat memastikan pemerintah Israel mematuhi peta jalan yang telah disepakati.
"Kami mengharapkan pihak penengah dan penjamin dari Amerika untuk menekan Netanyahu dan pemerintahannya agar mematuhi peta jalan tersebut, serta tidak menghambat prosesnya demi kepentingan politik internal maupun pemilu," ujar Bassem Naim, anggota biro politik Hamas, kepada AFP.