Megapolitan . 11/08/2026, 21:50 WIB
Penulis : Mihardi | Editor : Mihardi
fin.co.id - Kebijakan baru Pemprov DKI Jakarta yang berencana mengalihkan operasional transportasi laut dari Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta ke PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) pada 2027 mendatang memicu respons antusias dari warga kepulauan.
Agung, salah seorang penduduk Pulau Sabira di Kabupaten Kepulauan Seribu, memberikan penilaian positif terhadap manuver strategis tersebut.
“Rencana pengalihan pengelolaan transportasi laut kepada Transjakarta sangat tepat,” kata dia di Jakarta, Selasa, 11 Agustus 2026.
Langkah ini diyakini bakal mempererat konektivitas antarwilayah sekaligus menghadirkan layanan armada penyeberangan yang lebih merata, aman, nyaman, dan ramah di kantong masyarakat lokal.
Kapal Cuma 3 Kali Seminggu, Warga Sulit Berobat
Selama ini, keterbatasan armada Dishub DKI Jakarta yang hanya melayani rute tiga kali dalam sepekan cukup menyulitkan pergerakan warga. Kondisi ini menjadi beban berat, terutama bagi pasien yang memerlukan perawatan medis berkala di rumah sakit daratan Jakarta.
"Kami sangat berharap jadwal kapal bisa ditingkatkan menjadi setiap hari dengan harga semakin terjangkau,” kata dia.
Tak hanya mengganggu sektor kesehatan, minimnya kepastian jadwal kapal dan sulitnya memperoleh tiket kerap memicu keraguan di kalangan wisatawan dan pemancing, hingga akhirnya mereka membatalkan kunjungan. Dampaknya langsung memukul perekonomian lokal, seperti anjloknya keterisian *homestay* hingga lesunya jasa sewa perahu nelayan.
Agung mendorong agar Transjakarta nantinya menerapkan sistem e-ticketing (tapping) yang lebih transparan dan mudah dijangkau demi memberantas praktik calo tiket.
"Kami berharap Transjakarta juga bisa menyediakan transportasi antarpulau. Mungkin bisa bersinergi dengan kapal tradisional milik warga untuk masuk dalam sistem JakLingko Laut," kata dia.
Bupati hingga Gubernur DKI Punya Alasan Khusus
Sebelumnya, Bupati Kepulauan Seribu, Muhammad Fadjar Churniawan, turut meyakini bahwa keterlibatan Transjakarta menggantikan Dishub DKI pada 2027 akan mendatangkan angin segar bagi fleksibilitas mobilitas warga.
“Kemudahan akses transportasi akan berdampak langsung terhadap mobilitas warga, terutama dalam memperoleh layanan kesehatan, pendidikan, serta menunjang aktivitas ekonomi,” kata dia di Jakarta, Senin, 11 Agustus 2026.
Di sisi lain, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo membeberkan pertimbangan utamanya menunjuk Transjakarta, yakni berkat rekam jejak BUMD tersebut yang dinilai sangat tepercaya dan profesional dalam mengoperasikan hampir 10.000 armada bus dengan lonjakan penumpang yang signifikan.
“Ini menunjukkan bahwa masyarakat Jakarta sekarang memberikan kepercayaan kepada Transjakarta. Berdasarkan itu, akhirnya saya memutuskan untuk mengelola transportasi dari, katakanlah Jakarta daratan, ke Kepulauan Seribu, itu akan dikelola oleh Transjakarta,” jelas Pramono di Jakarta Utara, Senin, 10 Agustus 2026.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media