Internasional

Biadab! Israel Simpan 1.700 Jenazah Warga Palestina, Disiapkan untuk Negosiasi Tawanan

Israel menahan sekitar 1.700 jenazah warga Palestina yang disebut dapat menjadi alat kompromi pertukaran tawanan jika ada warga Israel ditawan.

Biadab! Israel Simpan 1.700 Jenazah Warga Palestina, Disiapkan untuk Negosiasi Tawanan
Tujuh warga Pidie meninggal dunia setelah mobil bak terbuka yang mereka tumpangi tertimpa pohon besar.

fin.co.id - Israel menahan sekitar 1.700 jenazah warga Palestina dan disebut mempertahankan jenazah tersebut sebagai alat kompromi untuk kemungkinan pertukaran tawanan pada masa mendatang. Laporan Haaretz pada Senin, 10 Agustus 2026, menyebut kebijakan itu tetap berjalan meskipun saat ini tidak ada tawanan Israel yang ditahan Hamas.

Angka tersebut muncul dalam pembahasan terbaru di kalangan aparat keamanan Israel. Haaretz mengungkap informasi itu dengan mengutip dua sumber anonim yang mengetahui pembahasan tersebut.

Israel Tahan 1.700 Jenazah Warga Palestina

Menurut laporan tersebut, Kepala Badan Keamanan dan Intelijen Dalam Negeri Israel atau Shin Bet, David Zini, mendukung keputusan untuk tetap menahan jenazah warga Palestina. Ia melihat langkah tersebut sebagai antisipasi apabila pada masa mendatang terdapat warga Israel yang menjadi tawanan atau dinyatakan hilang.

Militer Israel juga mendukung sikap tersebut. Dengan demikian, jenazah yang berada dalam penguasaan Israel tetap tersimpan sebagai bagian dari kemungkinan kompromi pertukaran tawanan.

Sebagian besar jenazah yang ditahan berasal dari warga Palestina di Jalur Gaza. Menurut laporan Haaretz, mereka terlibat dalam serangan terhadap Israel pada 7 Oktober 2023 maupun dalam sejumlah pertempuran setelahnya.

Namun, tidak seluruh jenazah berkaitan dengan pertempuran. Laporan tersebut menyebut beberapa jenazah lainnya merupakan warga Palestina yang tidak terlibat dalam pertempuran tersebut.

Kondisi itu kemudian memunculkan pertanyaan dari sejumlah narasumber bidang hukum yang dikutip Haaretz. Mereka mempertanyakan kewenangan Israel untuk terus menahan jenazah warga Palestina, khususnya mereka yang tidak terbukti terlibat dalam pertempuran.

Kewenangan Israel Dipertanyakan

Para narasumber hukum tersebut menyatakan Israel tidak memiliki kewenangan untuk menahan jenazah warga Palestina yang tidak terbukti terlibat dalam pertempuran. Menurut mereka, penahanan hanya dapat dilakukan jika otoritas keamanan Israel terlebih dahulu menetapkan kebijakan yang mengatur tindakan tersebut.

Persoalan mengenai jenazah warga Palestina yang ditahan Israel sebelumnya juga pernah mencuat. Pada Oktober 2025, Kampanye Nasional Palestina untuk Pemulangan Jenazah Syuhada dan Pengungkapan Nasib Orang Hilang menyatakan Israel menahan sekitar 1.500 jenazah warga Palestina dari Gaza di fasilitas militer Sde Teiman, sebelah selatan Israel.

Angka yang disebut dalam laporan terbaru Haaretz kini mencapai sekitar 1.700 jenazah. Jenazah tersebut berada dalam konteks konflik berkepanjangan antara Israel dan Palestina serta pembahasan mengenai pertukaran tawanan.

Di sisi lain, laporan tersebut juga menyoroti situasi di Jalur Gaza yang masih menghadapi serangan meskipun gencatan senjata antara Israel dan Hamas telah berlaku sejak 10 Oktober 2025.

Korban di Gaza Terus Bertambah

Militer Israel terus menyerang warga Palestina di sejumlah wilayah Jalur Gaza meskipun gencatan senjata telah berlaku. Menurut Kementerian Kesehatan Gaza, serangan tersebut menewaskan sedikitnya 1.258 warga Palestina dan melukai 4.139 lainnya.

Berita Terkait