Pengadilan Suriah Gelar Sidang In Absentia, Vonisnya: Hukuman Mati untuk Bashar al-Assad!
Bashar al-Assad dijatuhi hukuman mati secara in absentia atas kejahatan perang. Vonis ini menjadi putusan bersejarah di Suriah.
Obaida Hitto dari Al Jazeera, yang melaporkan dari ibu kota Suriah, Damaskus, mengatakan putusan tersebut "akan memberikan kelegaan besar bagi rakyat Suriah" dan berkontribusi pada "proses pemulihan" mereka.
"Ini adalah hal yang telah lama mereka nantikan," ujar Hitto. "Mereka ingin melihat orang-orang yang menyiksa anak-anak mereka, mengusir mereka dari rumah, dan menghancurkan komunitas mereka dimintai pertanggungjawaban atas kejahatan-kejahatan ini."
"Ini adalah momen bersejarah bagi Suriah," tambahnya.
Setelah hakim membacakan vonis, kerumunan orang berkumpul di luar gedung pengadilan Damaskus. Beberapa orang membawa foto para korban penyiksaan dan pembunuhan selama masa perang.
Baca Juga
Hitto mengatakan putusan tersebut juga dapat menciptakan preseden hukum yang kuat bagi pihak lain yang mendapat tuduhan melakukan kejahatan selama pemerintahan al-Assad. Dengan demikian, proses hukum terhadap mantan pejabat pemerintahan sebelumnya berpotensi terus berlanjut.
"Masyarakat di berbagai kota di Suriah menuntut keadilan, bukan hanya terhadap al-Assad, tetapi juga terhadap para algojo," kata Osama bin Javaid dari Al Jazeera.
Suriah Desak Rusia Ekstradisi Bashar al-Assad
Di sisi lain, pelaksanaan hukuman terhadap Bashar al-Assad menghadapi persoalan karena mantan presiden Suriah tersebut berada di Rusia. Suriah telah berulang kali meminta Rusia mengekstradisi al-Assad, yang merupakan sekutu lama Moskow dan kabarnya kini menjalani kehidupan mewah di ibu kota Rusia.
Namun, Rusia sejauh ini menolak mengekstradisi al-Assad. Moskow memberikan suaka kepada sosok yang sebelumnya memimpin Suriah tersebut, meskipun Rusia tetap menjalin hubungan dengan pemerintahan baru Suriah.
Hitto menilai kecil kemungkinan Moskow mengubah sikapnya terhadap al-Assad dalam waktu dekat. Menurut dia, perubahan tersebut kemungkinan baru terjadi jika muncul "terobosan politik besar antara kedua negara".
Baca Juga
Meski demikian, peluang pemerintah Suriah memulangkan mantan pejabat era al-Assad yang berada di negara lain masih terbuka. Hitto menyebut sejumlah pejabat yang kini berada di Lebanon berpotensi untuk dipulangkan ke Suriah.
"Pemerintah Suriah telah bekerja sama dengan pejabat Lebanon untuk mengidentifikasi individu-individu yang saat ini berada di Lebanon guna membawa mereka kembali ke tanah air," ujar Hitto.
Ia menambahkan bahwa Damaskus juga mendesak negara-negara tempat para pejabat era al-Assad yang dicari itu "bersembunyi atau sedang ditahan" untuk memulangkan mereka ke Suriah.
Dengan vonis mati terhadap Bashar al-Assad, Maher al-Assad, dan Atef Najib, otoritas transisi Suriah menunjukkan langkah hukum terhadap tokoh-tokoh pemerintahan sebelumnya. Namun, keberadaan al-Assad di Rusia menjadi tantangan tersendiri bagi upaya Suriah untuk menjalankan putusan tersebut.