Internasional . 13/08/2026, 22:32 WIB
Penulis : Esnoe Faqih Wardhana | Editor : Esnoe Faqih Wardhana
Pejabat kesehatan mengingatkan bahwa jumlah nyamuk dapat kembali meningkat setelah suhu panas ekstrem mereda. Karena itu, otoritas mendesak pemerintah daerah di wilayah yang memiliki risiko malaria untuk memperkuat pengendalian populasi nyamuk.
Selain pengendalian nyamuk, masyarakat dan pengunjung di wilayah berisiko juga perlu meningkatkan perlindungan diri. Otoritas kesehatan mengimbau mereka menghindari aktivitas di luar ruangan pada malam hari karena dapat meningkatkan peluang terkena gigitan nyamuk.
Masyarakat juga dianjurkan mengenakan pakaian tertutup, termasuk baju berlengan panjang dan celana panjang. Penggunaan obat antinyamuk, kasa pelindung, serta kelambu juga menjadi langkah yang dianjurkan untuk mengurangi risiko gigitan.
Masyarakat yang mengalami gejala yang dicurigai sebagai malaria juga perlu segera menjalani pemeriksaan. Gejala yang perlu mendapat perhatian antara lain demam dan menggigil.
Otoritas kesehatan menyarankan masyarakat dengan gejala tersebut memeriksakan diri ke pusat kesehatan masyarakat atau fasilitas medis. Pemeriksaan dapat membantu memastikan kondisi kesehatan setelah muncul gejala yang mengarah pada malaria.
Dengan ditemukannya Plasmodium vivax pada nyamuk Anopheles, Korea Selatan kini meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko malaria. Meskipun jumlah kasus dalam negeri hingga 1 Agustus turun dibandingkan tahun sebelumnya, otoritas tetap meminta masyarakat dan pemerintah di wilayah berisiko memperkuat langkah pencegahan.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media