Bendera Merah Putih Diturunkan, Bulan Bintang Dikibarkan di Aceh: Bamsoet Minta Aparat Bergerak
Bamsoet meminta aparat mengusut pengibaran bendera bulan bintang di Aceh dan menjaga perdamaian yang telah terbangun selama 21 tahun.
fin.co.id - Pengibaran bendera bulan bintang di halaman Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, pada Sabtu (15/8) mendapat sorotan dari anggota DPR RI Bambang Soesatyo. Ia meminta aparat penegak hukum mengusut peristiwa tersebut secara menyeluruh, termasuk penurunan bendera Merah Putih yang terjadi dalam insiden itu.
Bamsoet menilai aparat perlu mengambil langkah hukum secara profesional dan terukur. Menurut dia, proses penegakan hukum harus tetap menjaga situasi Aceh agar tidak kembali masuk ke dalam pusaran konflik.
“Aparat penegak hukum harus mengusutnya secara tuntas dan menindak tegas pelaku sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” kata Bamsoet dalam keterangan di Jakarta, Minggu, 16 Agustus 2026.
Bamsoet Soroti Penurunan Bendera Merah Putih
Bamsoet mengecam tindakan penurunan bendera Merah Putih dalam peristiwa tersebut. Ia menilai tindakan itu berpotensi mengganggu semangat perdamaian yang telah terbangun di Aceh selama 21 tahun.
Baca Juga
Karena itu, Bamsoet menegaskan aparat harus menjalankan proses hukum dengan pendekatan yang tepat. Penegakan hukum, menurut dia, tidak boleh justru berkembang menjadi tindakan yang memperluas konflik di tengah masyarakat.
Ia juga meminta aparat membedakan masyarakat yang menyampaikan aspirasi secara damai dengan individu yang melakukan tindakan provokatif. Perbedaan tersebut penting agar proses penanganan insiden tidak menyeret masyarakat Aceh secara keseluruhan.
Menurut Bamsoet, aparat perlu memberikan perhatian khusus terhadap tindakan seperti provokasi, kekerasan, perusakan, maupun tindakan yang merendahkan simbol dan lambang negara.
Pendekatan hukum yang tepat, lanjutnya, dapat menjaga wibawa negara sekaligus mencegah munculnya anggapan bahwa seluruh masyarakat Aceh kembali berada dalam pusaran konflik.
“Perlu dilakukan investigasi menyeluruh secara profesional, objektif, dan transparan. Jangan sampai ulah segelintir orang kemudian digeneralisasi sebagai sikap seluruh masyarakat Aceh,” ujarnya.
Baca Juga
Pemerintah Diminta Evaluasi agar Insiden Tak Terulang
Selain meminta aparat mengusut peristiwa tersebut, mantan Ketua MPR RI itu mendorong pemerintah pusat dan Pemerintah Aceh melakukan evaluasi secara menyeluruh. Evaluasi tersebut diperlukan agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.
Bamsoet juga meminta pemerintah memastikan aspirasi masyarakat Aceh dapat terserap dengan baik. Dengan begitu, berbagai persoalan yang muncul dapat memperoleh ruang penyelesaian tanpa menimbulkan ketegangan baru.
Ia menilai seluruh elemen masyarakat Aceh juga memiliki peran penting dalam menjaga situasi. Karena itu, tokoh agama, tokoh adat, mantan kombatan, tokoh masyarakat, pemuda, hingga kelompok masyarakat sipil diminta tidak terjebak provokasi.
Bamsoet mengingatkan bahwa Aceh telah memiliki pengalaman dalam menyelesaikan perbedaan dan konflik melalui proses perundingan. Pengalaman tersebut, menurut dia, perlu menjadi pijakan untuk menghadapi berbagai persoalan yang masih muncul.