Nasional . 16/08/2026, 10:59 WIB
Penulis : Afdal Namakule | Editor : Afdal Namakule
fin.co.id – Jumlah warga yang mengungsi akibat gempa bumi magnitudo 7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT) mencapai 9.290 orang. Data tersebut merupakan hasil pemutakhiran BNPB hingga pukul 00.00 WIB.
Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan pengungsi tersebar di sejumlah wilayah terdampak, dengan konsentrasi terbesar berada di Kabupaten Sikka dan Manggarai.
Kabupaten Sikka mencatat 3.356 pengungsi, sedangkan Kabupaten Manggarai sebanyak 2.078 orang.
Di Sikka, sebanyak 1.356 warga menempati GOR Samador. Sementara 2.000 warga lainnya memilih mengungsi secara mandiri di 10 titik berbeda.
Pengungsian juga terjadi di sejumlah daerah lain, termasuk Kabupaten Nagekeo dengan sekitar 500 orang, Kota Bima di Nusa Tenggara Barat (NTB), hingga Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan.
BNPB kini memprioritaskan pemenuhan kebutuhan dasar para pengungsi, termasuk distribusi logistik selama masa tanggap darurat.
Pengungsi Butuh Tenda hingga Genset
Kebutuhan bantuan masih cukup besar, khususnya bagi warga terdampak di Kabupaten Manggarai. BNPB mencatat para penyintas membutuhkan puluhan tenda darurat untuk tempat tinggal sementara.
Selain tempat berlindung, kebutuhan lainnya meliputi 30 ton beras, obat-obatan, 1.000 selimut, 1.000 velbed, 1.000 lembar tikar, air bersih beserta tandon, serta genset untuk memenuhi kebutuhan penerangan di lokasi pengungsian.
Korban Meninggal 47 Orang
Di tengah proses penanganan pengungsi, BNPB juga memperbarui data korban gempa. Hingga pemutakhiran terakhir, sebanyak 47 orang meninggal dunia dan 101 warga lainnya masih menjalani perawatan akibat luka-luka.
Kabupaten Manggarai menjadi wilayah dengan korban meninggal terbanyak, yakni 23 orang. Selanjutnya Manggarai Timur mencatat 17 korban meninggal.
Sementara itu, korban lainnya tercatat di Sikka sebanyak empat orang, serta masing-masing satu korban di Manggarai Barat, Ende, dan Nagekeo.
Gempa juga menyebabkan kerusakan besar pada permukiman warga. BNPB mencatat 914 rumah mengalami rusak berat, 126 rumah rusak sedang, dan 317 rumah rusak ringan.
Kerusakan turut melanda berbagai fasilitas publik. Sebanyak 93 fasilitas pendidikan, 36 fasilitas kesehatan, dan 38 kantor pemerintahan dilaporkan mengalami kerusakan akibat gempa. *
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media